BMHS Dukung Tumbuh Kembang Anak melalui Bunda Parenting Convention 2026

  • 08 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Membesarkan anak di era modern membutuhkan ekosistem pengasuhan berkelanjutan yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial, bukan hanya penyediaan fasilitas medis saja.
  • Kesiapan dan edukasi keluarga sejak awal kehidupan anak menjadi kunci utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan tumbuh kembang anak pada saat ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Membesarkan anak di era modern, tidak dapat lagi hanya bertumpu pada penyediaan fasilitas medis, melainkan membutuhkan ekosistem pengasuhan berkelanjutan yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan sosial. Kesiapan dan edukasi bagi keluarga sejak awal kehidupan anak, menjadi kunci utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan tumbuh kembang saat ini.

Hal itu mengemuka dalam ajang Bunda Parenting Convention 2026, yang diselenggarakan oleh PT Bundamedik Tbk (BMHS), melalui RSIA Bunda Jakarta, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan itu dihelat dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, dan Pekan Menyusui Sedunia, dengan mengusung tema From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menyatakan kesehatan ibu dan anak, tidak berhenti pada layanan klinis semata. Selama lebih dari lima dekade, BMHS berupaya mengintegrasikan layanan medis, edukasi, dan pendampingan keluarga, guna memastikan orang tua mendapatkan dukungan yang relevan, dan berkelanjutan.

"Selama lebih dari lima dekade, BMHS terus memperkuat ekosistem keluarga, agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan, hingga tumbuh optimal. Komitmen ini kami wujudkan dengan mengintegrasikan layanan klinis, edukasi, dan pendampingan keluarga, sekaligus aktif membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan, dalam ekosistem pengasuhan," ujar Ivan.

"Melalui pendekatan ini, kami ingin memastikan keluarga Indonesia memperoleh dukungan yang relevan dan berkelanjutan. Dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan di era modern," tambahnya.

Dalam perhelatan tersebut, Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, turut menekankan pentingnya peran ibu, dan penguatan kerja sama tim (teamwork) dalam keluarga. Menurut dia, nilai-nilai dasar anak pertama kali disemai dari rumah, bukan dari institusi pendidikan.

"Ibu adalah arsitek kehidupan. Menjalankan peran sebagai perempuan pekerja sekaligus membangun keluarga, penuh dengan tantangan, tetapi sangat mungkin dilakukan. Dengan teamwork dalam keluarga serta lingkungan yang mendukung, ibu dapat menjalankan kedua perannya secara optimal," kata Retno.

Tantangan orang tua saat ini kian beragam. Mulai dari memilah informasi kesehatan yang kredibel, di tengah derasnya arus digital, pemenuhan nutrisi, stimulasi perkembangan, hingga kesehatan mental keluarga.

Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, menjelaskan tantangan tumbuh kembang anak, kini bergeser dari sekadar aspek medis, ke arah kesiapan komunitas dan keluarga. Edukasi multidisiplin menjadi krusial, agar orang tua memiliki pemahaman utuh dalam mendampingi anak.

"Karena itu, melalui Bunda Parenting Convention, yang juga diadakan dalam rangka Hari Anak Internasional, dan Pekan Menyusui Internasional 2026, RSIA Bunda Jakarta melalui jajaran dokter multidisiplin, berkomitmen mendukung dan mendampingi keluarga memperoleh pengetahuan. Dan pendampingan yang relevan untuk setiap tahap tumbuh kembang anak secara optimal,” katanya.

Pendekatan pelayanan berbasis keterlibatan orang tua, juga diterapkan pada kondisi medis khusus, seperti perawatan bayi prematur. Dokter Anak Konsultan Neonatologi RSIA Bunda Jakarta, R Adhi Teguh Perma Iskandar, menegaskan perawatan bayi prematur, membutuhkan keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga, bahkan setelah pasien keluar dari rumah sakit.

"Dalam praktik klinisnya, jaringan RS Bunda Group telah menerapkan pendekatan Family Integrated Care (FICare). Serta Kangaroo Mother Care (KMC) di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), untuk merangkul orang tua sebagai bagian mendasar dari tim perawatan medis bayi," ucapnya.

Rangkaian konvensi itu diisi oleh berbagai lokakarya interaktif, mulai dari persiapan kehamilan melalui hypnobirthing, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, penanganan masalah makan pada anak, hingga pencegahan obesitas sejak dini, yang melibatkan tenaga pendidik tingkat TK dan SD. Selain itu, digelar pula sesi talkshow "Ayah ASI", untuk memperkuat kesadaran keberhasilan pemberian ASI eksklusif, merupakan tanggung jawab bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....