Pita Kuning Ajak Lihat Perjalanan Anak dengan Kanker

  • 08 Sep 2026 19:18 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pita Kuning Ajak Lihat Perjalanan Anak dengan Kanker

RRI..CO.ID, Jakarta - Setiap anak berhak memiliki mimpi dan kesempatan untuk tumbuh, belajar, bermain, serta mempersiapkan masa depannya. Namun, bagi anak yang sedang berjuang melawan kanker, perjalanan untuk mewujudkan mimpi tersebut akan menghadapi tantangan berbeda. Proses pengobatan yang panjang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial, pendidikan, dan perkembangan anak.

Menurut (Delloso, Gannoni & Roberts, 2021) dikutip dalam jurnal “Gambaran Masalah Psikososial Pada Anak Usia Sekolah Dengan Kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu”, Anak pejuang kanker sering mengalami gangguan kehadiran, penurunan fungsi kognitif, dan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah akibat proses pengobatan. Kondisi tersebut dapat membuat anak kehilangan sebagian kesempatan untuk menjalani aktivitas yang menjadi bagian penting dari masa kanak-kanaknya, termasuk belajar dan berinteraksi bersama teman sebaya.

Kemal (17 tahun), salah satu anak Pita Kuning yang terdiagnosa Medulloblastoma (Kanker Otak) melewati sekolah selama 10 tahun akibat pengobatan dan efek dari kemoterapi yang membuat ruang geraknya menjadi terbatas dan kesulitan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Di tengah perjalanan yang tidak selalu mudah tersebut, anak pejuang kanker tetap memiliki mimpi layaknya anak-anak sebaya lainnya. Karena itu, dibutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga membantu anak dan keluarga menghadapi berbagai tantangan selama berjuang melawan kanker. Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia hadir untuk membantu membuka jalan baru agar anak pejuang kanker tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan terus meraih mimpi mereka.

Melalui berbagai layanan pendampingan, Pita Kuning mendukung anak dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan psikososial maupun kebutuhan lain di luar pengobatan medis. Pendampingan tersebut dilakukan melalui dukungan psikososial oleh Pekerja Sosial tersertifikasi Kemensos, dukungan nutrisi bulanan, kegiatan edukatif dan rekreatif, serta pendampingan Psikolog bagi anak dan keluarga. Bagi Pita Kuning, membuka jalan baru bukan berarti menentukan ke mana seorang anak harus pergi, tetapi memastikan mereka tetap memiliki ruang dan kesempatan untuk menentukan serta mengejar mimpinya sendiri.

Semangat tersebut menjadi landasan pada campaign “New Paths to Dreams” dalam rangka Childhood Cancer Awareness Month yang diperingati setiap tahunnya di bulan September. Melalui campaign ini, Pita Kuning ingin mengajak lebih banyak pihak untuk melihat perjalanan anak dengan kanker secara lebih utuh. Mereka bukan hanya anak yang sedang berjuang melawan penyakit, tetapi juga anak-anak yang tetap memiliki cita-cita, harapan, dan keinginan untuk menjalani masa depan seperti anak lainnya.

Untuk memperluas pemahaman mengenai isu tersebut, Pita Kuning menyelenggarakan Media Gathering pada 8 September 2026 di Rumah Pita Kuning, Jakarta. Dihadiri oleh 14 Media, Anak Pita Kuning, serta Pembina & Pengawas Pita Kuning. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan dengan rekan-rekan media sekaligus berbagi cerita mengenai perjalanan dan milestone Pita Kuning, serta memperkenalkan peran berbagai pihak terutama media dalam membantu mereka menemukan jalan baru menuju mimpi.

“Bagi kami, setiap anak tetaplah anak yang berhak memiliki mimpi. Diagnosis kanker seharusnya tidak membuat mereka kehilangan kesempatan untuk belajar, bermain, dan bercita-cita. Karena itu, kami ingin hadir untuk menemani mereka dan keluarga melalui perjalanan yang mungkin berbeda, agar mereka tetap punya kesempatan untuk mencapai apa yang mereka impikan,” ujar Tyas Amalia, Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia.

Rangkaian campaign “New Paths to Dreams” juga akan dilanjutkan melalui talkshow online “From Surviving to Thriving: Perjalanan Anak Tangguh Melawan Kanker” pada 19 September 2026. Talkshow ini menghadirkan dr. Tito Gunantara, Sp.A(K) Onk selaku Hemato Onkologi Anak Primaya Rajawali Hospital Bandung, Raissa Hadiman, M.Psi., Psikolog selaku Psikolog Anak dan Remaja & Co-Founder @personale.id, serta caregiver dan anak Pita Kuning yang telah diteriminasi untuk berbagi perspektif mengenai perjalanan anak dan keluarga dalam menghadapi kanker.

Melalui rangkaian ini, Pita Kuning berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa anak dengan kanker membutuhkan dukungan untuk tetap dapat menjalani masa kanak-kanaknya dan mengejar mimpi. Media juga memiliki peran penting dalam memperluas awareness serta menghadirkan cerita tentang kanker anak dengan perspektif yang lebih utuh.

Indro Warkop, selaku Pengawas Pita Kuning percaya bahwa membuka jalan baru bagi anak pejuang kanker merupakan upaya bersama. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, organisasi, media, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi anak untuk tetap menjalani masa kanak-kanaknya dan mengejar masa depan yang mereka impikan.

“Pita Kuning tidak dapat berjalan sendiri. Perubahan selalu lahir dari kolaborasi yang bisa dilakukan bersama masyarakat, mitra/komunitas, dan tentunya rekan-rekan media. Kami membuka peluang untuk semua orang yang ingin mendampingi perjalanan anak pejuang kanker dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” lanjutnya.

Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Pita Kuning) merupakan sebuah yayasan yang memberikan pendampingan psikososial untuk anak dengan kanker (usia 0-18 tahun) dari keluarga prasejahtera di Indonesia. Didirikan dan dibina oleh Pandji Pragiwaksono serta Steny Agustaf, dan diawasi oleh Indrodjojo Kusumonegoro sejak 26 April 2007.

Selama 18 tahun berdiri, Pita Kuning telah memberikan bantuan kepada lebih dari 8000+ anak pejuang kanker di Indonesia dan pendampingan holistik kepada 30 anak dan keluarga di 3 daerah di Indonesia (Jabodetabek, Jogja, dan Bali). Pita Kuning juga terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada publik secara daring maupun luring untuk menjalankan visi meningkatkan kualitas hidup anak pejuang kanker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....