Strategi Pengelolaan Risiko Kardiovaskular pada Pasien Diabetes
- 27 Jun 2026 18:55 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyakit dislipidemia saat ini banyak ditemukan pada pasien diabetes. Menurut studi tahun 2025 yang dipublikasikan dalam Current Internal Medicine Research and Practice Surabaya Journal, dislipidemia teridentifikasi pada 74% dari pasien yang memiliki diabetes tipe 2.
Sementara pada 40 pasien yang memiliki diabetes sekaligus penyakit jantung koroner, 85% diantaranya mengalami dislipidemia. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan dislipidemia dan risiko kardiovaskular secara bersamaan pada pasien diabetes tipe 2.
Pasien diabetes tipe 2 juga dapat memiliki risiko kardiovaskular residual yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan hanya dari kadar LDL-C. Resistensi insulin dapat mengubah karakteristik partikel LDL dan meningkatkan jumlah small dense LDL, yaitu partikel LDL berukuran kecil dan padat yang lebih mudah menembus dinding pembuluh darah. Akibatnya, pasien dengan kadar LDL-C yang sama dapat memiliki tingkat risiko kardiovaskular yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan pengelolaan lipid yang lebih presisi.
Panduan internasional terbaru juga mencerminkan pergeseran menuju penilaian risiko yang lebih presisi. Panduan ACC/AHA 2026 merekomendasikan pengukuran kolesterol non-HDL dan apolipoprotein B (ApoB) sebagai penanda tambahan pada pasien diabetes tipe 2 atau cardiovascular-kidney-metabolic (CKM) syndrome. Rekomendasi ini mendukung pentingnya penilaian risiko kardiovaskular residual, bahkan setelah target LDL-C tercapai.
Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, dari Eka Hospital BSD dan SS Diabetic Care, mengatakan, dalam praktik klinis di Indonesia, pasien diabetes tipe 2 sering kali memiliki berbagai faktor risiko kardiovaskular, sehingga penurunan LDL-C menjadi salah satu prioritas terapi yang penting.
"Untuk meningkatkan tingkat pencapaian target LDL-C yang saat ini masih rendah pada pasien berisiko tinggi, strategi terapi perlu disesuaikan dan dioptimalkan berdasarkan profil risiko kardiovaskular masing-masing pasien," ujar Prof Sidartawan dalam paparannya dalam acara simposium Ilmiah bertajuk "Comprehensive Lipid Management in Parents with Type 2 Diabetes" di Bandung, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurutnya, panduan internasional terbaru, termasuk ESC/EAS 2025 Focused Update dan ACC/AHA Guideline 2026, secara konsisten mendukung penurunan LDL-C yang Intensif, inisiasi terapi penurun lipid berbasis bukti secara lebih dini, serta pencapaian target LDL-C secara cepat.
"Rekomendasi tersebut memperkuat konsep bahwa semakin rendah kadar LDL-C dicapai sejak dini dan dipertahankan lebih lama, semakin besar pula potensi penurunan risiko kardiovaskular sepanjang hidup pasien," katanya.
Prof. Da Hea Seo dari Division of Endocrinology, Inha University Hospital, Korea Selatan, yang hadir sebagai pembicara internasional dalam simposium tersebut, mengatakan, pengelolaan dislipidemia pada pasien diabetes tipe 2 membutuhkan pendekatan komprehensif yang mencakup pengendalian LDL-C.
"Bagi pasien yang sulit mencapai target terapi dengan monoterapi, terapi kombinasi yang secara bersamaan menargetkan sintesis dan absorpsi kolesterol dapat menjadi salah satu pilihan terapi," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Seong-soo Park, CEO Daewoong Pharmaceutical menyampaikan bahwa selama 20 tahun terakhir, Daewoong telah membangun kepercayaan yang kuat dengan komunitas medis Indonesia dan tumbuh bersama sebagai mitra. "Lebih dari sekadar menyediakan obat, kami akan terus menghadirkan solusi terapi yang dibutuhkan pasien penyakit kronis di Indonesia serta berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia," ujarnya.
Seong-soo Park menjelaskan, Daewoong berencana mendorong penelitian bersama berbasis data klinis pasien dalam negeri untuk membangun bukti klinis yang relevan bagi pasien Asia.
"Kami akan terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara tenaga medis Korea Selatan dan Indonesia guna mempererat kerja sama medis kedua negara serta membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....