Merokok sesekali Tetap Berbahaya, Risiko Penyakit Serius Mengintai
- 17 Jun 2026 22:45 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Banyak orang masih menganggap, merokok sesekali tidak berbahaya bagi kesehatan. Padahal, para ahli kesehatan mengingatkan, mengisap rokok meski hanya pada waktu tertentu, tetap dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh. Anggapan hanya perokok aktif, yang berisiko mengalami gangguan kesehatan, dinilai keliru.
Di lansir dari antaranews.com, Dokter sekaligus Direktur Teknis BDR Pharmaceuticals, Dr. Aravind Badiger, menjelaskan setiap batang rokok mengandung berbagai zat berbahaya, seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar. "Zat-zat itu mulai memengaruhi tubuh, segera setelah asap rokok dihirup, sehingga tidak ada tingkat konsumsi rokok yang benar-benar aman," ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurutnya, dampak merokok tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, kerusakan dapat terjadi secara perlahan dan tanpa disadari. "Penelitian menunjukkan bahwa perokok sesekali, tetap memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, dibandingkan orang yang sama sekali tidak merokok," katanya.
Selain meningkatkan tekanan darah, kebiasaan merokok sesekali juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke, dan serangan jantung. "Sistem kardiovaskular serta saluran pernapasan, menjadi bagian tubuh yang paling cepat terdampak, akibat paparan zat kimia beracun dari rokok," katanya.
Bahaya lainnya adalah potensi berkembangnya kebiasaan merokok, menjadi lebih sering. Nikotin yang terkandung dalam rokok merupakan zat yang sangat adiktif, sehingga dapat memicu ketergantungan dalam waktu relatif singkat. "Banyak perokok yang awalnya hanya merokok sesekali, akhirnya menjadi perokok rutin karena efek kecanduan tersebut," katanya.
"Tidak hanya membahayakan perokok, asap rokok juga memberikan risiko bagi orang-orang di sekitarnya. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya dapat mengalami gangguan pernapasan, akibat menjadi perokok pasif. Paparan asap rokok dalam jangka panjang, juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis," ucapnya.
Menurutnya, langkah terbaik untuk menjaga kesehatan, adalah menghentikan penggunaan produk tembakau sepenuhnya. Masyarakat juga disarankan mencari cara yang lebih sehat, untuk mengelola stres dan tekanan emosional, sehingga tidak bergantung pada rokok sebagai pelarian. Dengan demikian, risiko penyakit jantung, gangguan paru-paru, hingga kanker dapat ditekan sejak dini. (Kristison Effendi - mahasiswa magang Universitas Bunda Mulia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....