Kanker Ancam Lebih Banyak Penduduk Bumi, WHO Ingatkan Faktor Risikonya
- 10 Jul 2026 12:46 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- WHO memproyeksikan kasus kanker global melonjak dari 20,6 juta per tahun saat ini menjadi hampir 35 juta pada 2050 tanpa langkah pengendalian yang lebih kuat.
- Kanker masih menjadi penyebab kematian kedua terbesar di dunia setelah penyakit kardiovaskular, merenggut lebih dari 10 juta jiwa setiap tahun atau lebih dari 26 ribu jiwa per hari.
RRI.CO.ID, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan jumlah kasus kanker di dunia diproyeksikan meningkat tajam dalam beberapa dekade mendatang. Tanpa langkah pengendalian yang lebih kuat, jumlah kasus baru kanker diperkirakan melonjak dari sekitar 20,6 juta kasus per tahun menjadi hampir 35 juta kasus pada 2050.
Laporan Global Status Report on Cancer 2026 yang dirilis WHO bersama International Agency for Research on Cancer (IARC) pada 8 Juli 2026 menyebutkan kanker masih menjadi penyebab kematian kedua terbesar di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Penyakit ini merenggut lebih dari 26 ribu jiwa setiap hari, dengan sekitar 10 juta kematian setiap tahun.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan meningkatnya beban kanker tidak boleh diikuti dengan semakin lebarnya kesenjangan akses layanan kesehatan.
"Kanker adalah penyakit yang sangat personal dan hampir menyentuh kehidupan setiap orang. Namun, kesempatan seseorang untuk bertahan hidup dari kanker seharusnya tidak ditentukan oleh tempat ia dilahirkan atau tingkat penghasilannya. Ketimpangan yang terdokumentasi dalam laporan ini bukanlah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Ketimpangan tersebut merupakan akibat dari pilihan yang kita buat dan dapat diatasi melalui tindakan yang lebih kuat serta kolaborasi yang lebih terpadu," kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat peluncuran Global Status Report on Cancer 2026, 8 Juli 2026.
WHO mencatat sejumlah kemajuan telah dicapai, seperti penurunan konsumsi tembakau secara global sebesar 27 persen sejak 2010, meningkatnya cakupan vaksinasi, serta bertambahnya negara yang memiliki rencana nasional pengendalian kanker. Namun, manfaat kemajuan tersebut belum dirasakan secara merata.
Masih menurut laporan tersebut, hanya kurang dari sepertiga negara yang memasukkan layanan kanker ke dalam cakupan kesehatan universal. Di negara berpendapatan rendah, ketersediaan obat kanker esensial dan fasilitas radioterapi masih sangat terbatas sehingga banyak pasien tidak memperoleh pengobatan yang memadai.
WHO pun mengimbau seluruh negara memperkuat upaya pencegahan melalui pengendalian tembakau dan alkohol, promosi pola hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, vaksinasi terhadap infeksi penyebab kanker, serta perluasan akses deteksi dini dan pengobatan. Menurut WHO, investasi pada pencegahan dan layanan kanker yang lebih merata menjadi kunci untuk menekan lonjakan kasus kanker di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....