Aqua Gandeng Rumah Sakit Edukasi Kesehatan Keluarga & Air Minum Berkualitas

  • 28 Apr 2026 16:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta : Sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari pentingnya kecukupan air minum harian. Banyak yang merasa sudah cukup minum, namun faktanya masih banyak yang mengalami kekurangan cairan.

Padahal, tubuh terdiri dari sekitar 50-60% air, yang berperan penting dalam hampir seluruh fungsi tubuh, mulai dari pembentukan sel hingga menjaga keseimbangan cairan. Kebutuhan cairan berbeda-beda, tetapi secara umum anak membutuhkan sekitar 1,2–1,5 liter per hari, sementara orang dewasa sekitar berdasarkan data Kementerian Kesehatan antara 1,8–2 liter per hari.

“Sekitar 1 dari 5 anak dan remaja serta 1 dari 4 orang dewasa masih belum cukup minum air. Untuk itu yang terpenting adalah jangan menunggu haus untuk minum,” ujar, Dokter Spesialis Gizi Klinis RS Mitra Keluarga Bintaro, dr. Adelina Haryono, Sp.GK, AIFO-K dalam paparannya saat program “Aqua Goes to Hospital: Langkah Sehat Keluarga Adem”, Selasa, 28 April 2026.

Mengangkat tema “Langkah Kecil, Dampak Besar: Tips Pilih Hidrasi Terbaik untuk Keluarga”, program ini menghadirkan edukasi langsung dari para ahli mengenai cara memilih air minum yang aman dan berkualitas, aktivitas edukatif, hingga interaksi langsung dengan para ibu sebagai pengambil keputusan kesehatan di rumah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian edukasi kesehatan keluarga yang akan berlangsung di berbagai rumah sakit besar di Jakarta dan sekitarnya sepanjang April hingga Desember 2026.

Fella Falencia, Marketing Manager Aqua menjelaskan bahwa seri edukasi ini lahir dari kesamaan komitmen antara pihaknya bersama The Asian Parents dan RS Mitra Keluarga Bintaro untuk mendukung para ibu dalam menentukan pilihan terbaik bagi keluarga, termasuk dalam memilih air minum yang berkualitas untuk mendukung kebutuhan hidrasi sehat seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak.

“Tidak hanya di rumah, kolaborasi kami dengan rumah sakit-rumah sakit besar di Jakarta dan sekitarnya, RS Mitra Keluarga Bintaro sebagai contoh, juga diharapkan dapat memaksimalkan proteksi kesehatan keluarga melalui hidrasi yang berkualitas,” katanya.

Sementara itu, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation Aqua, menekankan bahwa keamanan air minum masih menjadi tantangan di Indonesia. Data dari Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) menunjukkan bahwa 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia masih mengonsumsi air yang terkontaminasi E. coli, dan hanya sebagian kecil yang memiliki akses air minum aman [data Kementerian Kesehatan].

“Merebus air memang bisa membunuh sebagian besar bakteri, namun hal ini tidak menghilangkan logam berat ataupun senyawa lain yang mungkin ada di dalam air, terlebih jika kualitas sumber airnya tidak terjaga kualitasnya [WHO 2011],” ucapnya.

Lebih lanjut dr. Tria menjelaskan bahwa konsumsi terhadap air yang tidak terjaga kualitas sumbernya akan sangat berdampak pada tumbuh kembang anak. "Hasil publikasi terbaru dari yang diterbitkan di Internasional Jurnal, mengungkapkan bahwa anak yang rutin terpapar air minum yang tidak aman dan mengandung kontaminasi mikrobiologis air, khususnya oleh bakteri Escherichia coli, meningkatkan risiko stunting hingga 4,14 kali.

“Temuan ini mencakup data dari beberapa wilayah Indonesia, termasuk penelitian komprehensif di 13 provinsi dan studi lapangan di Deli Serdang, Sumatera Utara. Kondisi ini berpotensi berdampak pada gangguan penyerapan nutrisi dan tumbuh kembang yang juga berpengaruh pada tinggi badan, daya ingat, kemampuan bahasa, dan performa akademik anak pada usia sekolah,” ujarnya.

Almiranti Fira, sebagai Ibu Bijak Aqua, menekankan bahwa peran ibu sangat krusial dalam membentuk kebiasaan hidrasi keluarga. Karena di rumah, ibu itu ibarat ‘menteri kesehatan’ bagi keluarga. Pilihan sederhana seperti air minum ternyata punya dampak besar, karena anak-anak akan meniru kebiasaan orang tuanya setiap hari.

“Saya punya tips praktis agar keluarga terbiasa minum air putih tanpa dipaksa, yakni mulai dari hal kecil, pastikan air mudah dijangkau, biasakan minum di waktu-waktu tertentu, dan yang paling penting, orang tua harus memberi contoh. Kebiasaan baik itu dibangun, bukan dipaksa. Oleh sebab itu, memilih air yang sudah terjamin kualitasnya adalah langkah paling sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga setiap hari,” katanya.

Fella Falencia menyampaikan bahwa memilih air minum yang aman dan berkualitas bukan hanya untuk hari ini, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga. Melalui program ini, Aqua menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya hidrasi sehat sekaligus menghadirkan produk air mineral berkualitas tidak hanya di rumah tetapi juga di fasilitas kesehatan atau rumah sakit.

“Dengan menggandeng tenaga ahli dan komunitas, kami berharap dapat mendorong perubahan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan keluarga Indonesia”, ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....