Kenali Pemeriksaan Kultur sebelum Penggunaan Antibiotik
- 06 Sep 2026 09:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Antibiotik kerap dianggap sebagai obat utama ketika seseorang jatuh sakit. Tak sedikit pula orang yang langsung meminta antibiotik tanpa menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Padahal, penggunaan antibiotik perlu disesuaikan dengan penyebab infeksi, agar pengobatan dapat bekerja secara efektif dan tidak meningkatkan risiko resistensi.
Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab infeksi adalah pemeriksaan kultur. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pemeriksaan ini digunakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme penyebab infeksi sekaligus membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai.
Melalui pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas, dokter dapat mengetahui jenis antibiotik yang paling efektif untuk melawan bakteri penyebab infeksi. Hal ini membuat pemberian antibiotik menjadi lebih tepat dan dapat mengurangi risiko kegagalan pengobatan maupun efek samping.
Penggunaan antibiotik secara tepat juga penting untuk mencegah resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR). Resistensi dapat terjadi ketika bakteri tidak lagi merespons obat yang sebelumnya efektif untuk mengatasinya. Oleh sebab itu, hasil pemeriksaan kultur dapat digunakan dokter untuk menentukan apakah terapi perlu dimulai, dilanjutkan, dihentikan, atau disesuaikan dengan kondisi pasien, terutama pada kasus infeksi berat seperti sepsis.
Selain membantu menentukan pengobatan bagi pasien, hasil pemeriksaan kultur dapat dikumpulkan menjadi antibiogram. Data ini menggambarkan pola kepekaan bakteri terhadap berbagai antibiotik di rumah sakit atau wilayah tertentu dan dapat digunakan sebagai acuan dalam pemberian terapi empiris serta pengendalian infeksi.
Dengan demikian, melalui pemeriksaan kultur, penyebab infeksi dapat diketahui dengan lebih jelas sehingga penggunaan antibiotik tidak dilakukan berdasarkan dugaan semata. Langkah ini membantu dokter memberikan pengobatan yang lebih tepat sekaligus mendukung upaya menekan resistensi antibiotik.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....