Praktisi Kesehatan Ungkap Dampak Paparan Abu Vulkanik
- 06 Sep 2026 21:53 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terhadap dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.
Praktisi Kesehatan Masyarakat, Dr. Ngabila Salama, mengatakan kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih dalam kondisi tersebut. Kelompok itu meliputi bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit jantung, asma, dan PPOK.
“Masyarakat jangan panik akan tetapi terus waspada karena abu vulkanik dapat menimbulkan permasalahan secara fisik maupun mental, yaitu terutama pada saluran pernapasan dan juga mata,” ujar Ngabila.
Menurut Ngabila, paparan abu vulkanik dalam jangka pendek dapat menyebabkan mata merah dan berair, batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga pneumonia. Paparan tersebut juga dapat memicu kekambuhan asma dan PPOK.
Untuk mencegah paparan, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi kelompok rentan. Jika harus keluar, warga disarankan menggunakan masker medis atau masker berstandar KN95, KF94, maupun N95.
Ngabila juga mengingatkan masyarakat tetap mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, terutama yang mengandung protein hewani. Warga yang mengalami sesak napas, iritasi mata berat, batuk atau pilek berat, maupun serangan asma diminta segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Khusus untuk kesehatan mata, masyarakat disarankan menghindari penggunaan lensa kontak saat terjadi paparan abu vulkanik. Mata yang mengalami iritasi atau berair dapat dibersihkan menggunakan cairan steril dan diperiksakan apabila keluhan berlanjut.
Masyarakat di wilayah terdampak juga diminta mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi maupun tsunami.
Ngabila turut menyarankan masyarakat yang berada di dalam rumah menggunakan air purifier dengan HEPA filter dan rutin membersihkannya. Masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik serta segera mencari pertolongan apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....