Guru Besar FT UMJ Tegaskan Ergonomi Jadi Fondasi Industri Manusiawi

  • 12 Mei 2026 19:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Prof. Ir. Nelfiyanti, S.T., M.Eng., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-34 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dari Fakultas Teknik (FT) UMJ dalam Bidang Ilmu Kepakaran Ergonomi dan Manufaktur. Prosesi pengukuhan tersebut berlangsung di Auditorium dr. Syafri Guricci Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul ''Ergonomi Dalam Manufaktur Modern: Membangun Sistem Produksi Yang Manusiawi, Efisien Dan Berkelanjutan'', Nelfi, menegaskan bahwa ergonomi kini menjadi isu strategis dalam perkembangan industri modern. Menurutnya, masa depan manufaktur tidak cukup hanya bertumpu pada teknologi dan efisiensi, tetapi harus mampu menyeimbangkan teknologi, produktivitas, keberlanjutan, serta kapasitas manusia sebagai pusat utama sistem produksi.

“Kemajuan teknologi seharusnya meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menggantikannya,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Nelfiyanti, menjelaskan bahwa paradigma ergonomi telah mengalami perubahan signifikan, dari pendekatan lama yang bersifat reaktif dan korektif setelah cedera menjadi pendekatan modern yang proaktif, preventif, dan partisipatif. Dalam paradigma baru ini, pekerja tidak lagi diposisikan sebagai objek pengukuran semata, melainkan sebagai subjek aktif yang terlibat langsung dalam perancangan solusi ergonomi di lingkungan kerja.

"Pekerja bukan lagi objek pengukuran, tetapi subjek yang terlibat aktif dalam membangun solusi ergonomi,” jelasnya.

Ia, memaparkan bahwa ergonomi modern mencakup tiga dimensi utama, yaitu ergonomi fisik yang berfokus pada kesesuaian stasiun kerja melalui pendekatan antropometri, biomekanika, dan evaluasi postur. Kemudian ergonomi kognitif yang menitikberatkan pada pencegahan human error melalui pengelolaan beban mental serta interaksi manusia dan mesin. Serta ergonomi makro yang berkaitan dengan tata kelola organisasi, kebijakan kerja, target waktu, dan struktur kerja.

Ketiga dimensi tersebut, menurutnya, harus terintegrasi dalam satu sistem terpadu untuk menciptakan keberlanjutan manusia di lingkungan industri.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Nelfiyanti memperkenalkan konsep human sustainability melalui indikator kinerja utama yang mencakup indeks kelelahan pekerja, prevalensi risiko postural, dan indeks stabilitas tenaga kerja.

Konsep ini dinilai penting agar keberlanjutan manusia dalam industri tidak hanya menjadi wacana, melainkan dapat diukur secara konkret.

Ia, juga menyoroti pentingnya transformasi menuju ergonomi prediktif melalui pemanfaatan wearable sensors, digital twins, dan machine learning untuk memprediksi kelelahan pekerja secara real time. Selain itu, munculnya ancaman baru berupa beban kognitif digital akibat kompleksitas antarmuka teknologi yang semakin tinggi.

“Masa depan manufaktur adalah kembalinya manusia sebagai pusat desain industri. Sistem produksi, harus tunduk pada kodrat fisiologis dan kognitif manusia agar tercipta industri yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga adil, manusiawi, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Menurutnya, implikasi strategis ke depan menuntut evaluasi ergonomi sebagai syarat mutlak dalam setiap keputusan industri, keterlibatan pekerja sebagai sensor utama dalam desain ulang sistem produksi. Serta redefinisi regulasi keselamatan kerja dari sekadar prosedural menuju kebijakan berbasis hasil.

“Produktivitas tanpa kemanusiaan adalah keruntuhan yang tertunda,” tegasnya.

Nelfiyanti, ditetapkan sebagai Guru Besar berdasarkan Surat Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Nomor 5336/LL3/DT.04.01/2025 yang berlaku sejak 16 Desember 2025. Turut hadir dalam acara ini, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Ketua Senat UMJ Prof. Dr. Azhari Aziz Samudra, M.Si.

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi UMJ dalam memperkuat kontribusi akademik di bidang teknik, khususnya dalam pengembangan ergonomi dan manufaktur modern yang berorientasi pada keseimbangan antara teknologi dan kemanusiaan. (Irvan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....