Dua Peneliti IPB University, Hadir di IGARSS ke-46 Washington DC, Amerika Serikat

  • 07 Sep 2026 18:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Riset dosen IPB University mendapat panggung dan apresiasi di forum ilmiah penginderaan jauh internasional. Dr Alinda Fitriany Malik Zain dan Prof Jonson Lumban-Gaol berhasil membawa karya penelitiannya dalam International Geoscience and Remote Sensing Symposium (IGARSS) ke-46 di Washington DC, Amerika Serikat.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE)-GRSS pada 9–14 Agustus 2026 itu mengangkat tema “The Future Earth Observation”.

Dikutip dari siaran pers IPB University pada Senin, 07 September 2026, dari sekitar 3.000 makalah yang masuk, kurang lebih 2.000 makalah lolos seleksi untuk dipresentasikan. Sekitar 2.400 ilmuwan dari berbagai benua hadir dalam forum yang berlangsung di Hotel Hilton Washington DC.

Dr Alinda, dosen Departemen Arsitektur Lanskap mempresentasikan penelitian berjudul “Jabodetabek as One of the Largest Metropolitan Areas in the World: Spatial Expansion and Urban Dynamics”. Penelitian tersebut mengangkat dinamika spasial dan ekspansi kawasan metropolitan Jabodetabek melalui penerapan teknologi penginderaan jauh.

Sementara itu, Prof Jonson Lumban-Gaol, Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, mempresentasikan penelitian berjudul “Understanding the Impact of Ocean Variability on Sardinella Lemuru Production Using Ocean Color Data in the Bali Strait, Indonesia”.

“Penelitian ini mengkaji hubungan antara dinamika laut dan produksi ikan lemuru di Selat Bali serta menunjukkan pemanfaatan data penginderaan jauh untuk memahami sumber daya kelautan secara lebih presisi,” ujarnya.

IEEE-GRSS dikenal sebagai salah satu forum utama dalam pengembangan teknologi remote sensing dan geographic information system (GIS). Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan berbagai fenomena, mulai dari kondisi hutan, pertanian, laut, cuaca hingga bencana seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran, serta dinamika kawasan perkotaan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Forum ini menjadi ruang bagi para ahli untuk berbagi perkembangan ilmu dan teknologi dalam memahami kondisi Bumi melalui satelit, drone, berbagai sensor, hingga kecerdasan buatan. Konferensi IGARSS diselenggarakan setiap tahun dan pada 2027 akan berlangsung di Islandia.

Ke depan, Prof Jonson berharap lebih banyak peserta dari IPB University, khususnya early career dan mahasiswa pascasarjana, dapat bergabung. “Seperti pada IGARSS 2026, keterlibatan mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penginderaan jauh,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....