BRIN Dorong Riset Material Berdampak agar Tidak Berhenti di Laboratorium

  • 19 Agt 2026 07:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong hasil riset material tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat diterapkan oleh industri dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Upaya itu akan dibahas dalam Materials Talks yang mempertemukan periset, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kebijakan di Tangerang Selatan, Rabu 19 Agustus 2026.

Riset material dinilai penting karena berkaitan dengan berbagai sektor strategis, mulai dari energi, kesehatan, lingkungan, pangan, pertahanan, manufaktur hingga pengembangan semikonduktor. Oleh karena itu, BRIN menilai pengembangan riset perlu disesuaikan dengan kebutuhan nyata sekaligus didukung kerja sama lintas sektor.

"Material adalah kunci bagi kemajuan teknologi. ORNM BRIN perlu meningkatkan leverage riset material melalui riset berbasis kebutuhan, dengan tetap memperkuat kompetensi inti, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan dampak," kata Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN, Ratno Nuryadi, sebagaiaman dikutip dari siaran pers, Rabu 19 Agustus 2026.

Ratno mengatakan hasil penelitian membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berkembang menjadi solusi yang bisa digunakan masyarakat dan industri. Kolaborasi tersebut mencakup komunitas ilmiah, pemerintah, dunia usaha dan industri, serta masyarakat.

Masih dari siaran pers, BRIN juga menyoroti adanya kesenjangan antara hasil penelitian yang sudah menjanjikan secara ilmiah dan tahap penerapannya di dunia nyata. Kondisi yang dikenal sebagai valley of death tersebut dapat terjadi ketika sebuah hasil riset belum memiliki pendanaan, pengujian, dukungan regulasi, atau akses pasar yang cukup untuk dikembangkan lebih lanjut.

Untuk menjembatani kesenjangan itu, periset perlu bekerja sama dengan industri, investor, akademisi, dan pemerintah sejak tahap pengembangan hingga penerapan. Dukungan dapat berupa pengujian dan validasi teknologi, pendanaan, proyek percontohan, regulasi, hingga pembukaan akses pasar.

BRIN juga mendorong ukuran keberhasilan penelitian tidak hanya didasarkan pada jumlah publikasi ilmiah dan paten. Hasil riset juga perlu dilihat dari kemampuan menghasilkan prototipe, tingkat kesiapan teknologi, lisensi, penggunaan oleh industri, nilai ekonomi, manfaat sosial, dan kontribusinya dalam menyelesaikan persoalan nasional.

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus Materials Talks yang digelar di Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan. Forum bertema “Dari Laboratorium ke Dampak bagi Bangsa” itu mempertemukan perspektif akademisi, periset, industri dan dunia usaha, serta pihak yang memiliki pengalaman dalam kebijakan dan isu global.

Dari sumber resmi, forum menghadirkan Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D., Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada sekaligus peraih Habibie Awards 2022. Sementara dari BRIN hadir Peneliti Ahli Utama ORNM BRIN Dr.Eng. Sukma Surya Kusumah, S.Hut., M.Si., sedangkan perspektif global disampaikan Yanuar Nugroho, Ph.D., dari University of Manchester.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....