Upaya Konservasi Satwa Pemerintahan Prabowo Diapresiasi Dunia Internasional
- 07 Mei 2026 06:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya dalam konservasi Gajah dan Badak, yang dilakukan selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, diapresiasi oleh dunia international. Berbagai langkah strategis dinilai telah menempatkan Indonesia, pada jalur yang tepat dalam melindungi satwa, yang berstatus terancam punah.
Hal itu disampaikan Chair IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group (AsRSG), Dr. Amirthara Christy Williams, dan Chair IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group (AsESG) Heidi S. Riddle, dalam pertemuan bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
“Saya melihat pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian yang cukup, dan mengambil langkah yang tepat. Diharapkan, dalam satu dekade ke depan, populasi badak bisa meningkat,” ujar Amirthara Christy Williams.
IUCN SSC adalah komisi penyelamatan spesies di bawah IUCN, yang berperan menilai status spesies, memberi rekomendasi konservasi. Dan mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati secara global.
Selain itu, IUCN adalah organisasi lingkungan global tertua, dan terbesar di dunia. IUCN lembaga penting, karena menerbitkan Daftar Merah Spesies Terancam Punah, yang merupakan panduan paling berpengaruh, untuk status keanekaragaman hayati dunia.
Amirthara Christy Williams menilai, komitmen politik yang ditunjukkan saat ini menjadi titik penting, dalam sejarah konservasi Indonesia. Meski demikian, ia menekankan pentingnya memastikan, implementasi program di lapangan berjalan efektif.
“Saya rasa ini pertama kalinya kita melihat komitmen terhadap konservasi, datang dari level politik tertinggi di negara ini. Kami sangat berterima kasih kepada Presiden dan Menteri Kehutanan, keduanya telah melakukan pekerjaan yang sangat baik, dan meletakkan fondasi awal yang kuat,” katanya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Chair IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group (AsESG), Heidi S. Riddle. Ia melihat adanya momentum kuat, dalam konservasi gajah Indonesia saat ini. Ia juga menilai dukungan dari Presiden dan Menteri Kehutanan, menjadi faktor kunci dalam mendorong kebijakan yang lebih progresif.
“Saat ini adalah momentum yang sangat baik. Karena ada perhatian besar dari Menteri yang sedang menjabat, juga dari Presiden, untuk benar-benar melakukan langkah nyata, dalam mendukung konservasi gajah di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Raja Juli Antoni menyatakan, Presiden Prabowo Subianto akan memberlakukan Instruksi Presiden, demi menyelamatkan gajah Sumatera dan gajah Kalimantan. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah penting, untuk menjaga populasi sekaligus habitat satwa endemik Indonesia itu.
“Kami sangat beruntung bahwa presiden akan memberlakukan Instruksi Presiden baru, untuk menyelamatkan populasi dan habitat gajah Sumatera dan gajah Kalimantan,” ujarnya.
Heidi S. Riddle juga menyatakan, pemerintah Indonesia telah berada di jalur yang tepat, melalui pendekatan kolaboratif dan kebijakan yang inklusif. Ke depan, menurutnya penguatan konektivitas habitat, dan perlindungan kawasan menjadi fokus utama.
“Saya pikir pemerintah sudah berada di jalur yang tepat, terutama dengan munculnya berbagai kebijakan, atau regulasi yang sedang dibahas. Selain itu, upaya untuk melibatkan berbagai kelompok, yang memiliki kepentingan terhadap konservasi gajah, serta membuka ruang untuk mendengarkan beragam pandangan, adalah hal yang sangat penting,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....