Hadapi Dampak Karhutla, Satgas Penyelamatan Satwa Liar Kalteng Diperkuat

  • 05 Sep 2026 21:06 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pemerintah memperkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan
  • Penguatan dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Kehutanan, Balai KSDA Kalteng, serta sejumlah organisasi konservasi yang selama ini telah menjalin kerjasama

RRI.CO.ID, Jakarta : Pemerintah memperkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap satwa liar, khususnya orangutan. Penguatan dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Kehutanan, Balai KSDA Kalteng, serta sejumlah organisasi konservasi yang selama ini telah menjalin kerjasama.

Menhut Raja Antoni mengatakan, Satgas Penyelamatan Satwa Liar bukan merupakan satgas baru. Namun, kerjasama yang sudah berjalan antara Kementerian Kehutanan, Balai KSDA Kalteng, BOSF, OFI, dan OFI UK akan diperkuat untuk menghadapi dampak karhutla.

“Dampak Karhutla ini adalah selain kepada manusia, tentu kepada satwa liar. Satgas yang ada selama ini kita perkuat kembali, jadi Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah. Jadi ini bukan Satgas baru, kerjasama seperti yang saya katakan tadi sudah lama terjadi, tapi kita perkuat,” ujar Menhut Raja Antoni, usai melakukan pengecekkan orangutan di Nyaru Menteng, Kalteng, Sabtu, 5 September 2026.

Penguatan juga dilakukan dari sisi medis. Menhut Raja Antoni mengatakan, ketersediaan dokter hewan akan terus dipastikan, termasuk membuka opsi penambahan dokter, dari luar Kalimantan Tengah apabila dibutuhkan.

“Peralatan medis ya. Pertama, ketersediaan dokter hewan. Kita sudah cek, masing-masing punya dokter hewan ya. Kalau kurang nanti kita juga bisa kirimkan, di-BKO-kan dari Jawa ya, dari Jawa atau dari tempat lain untuk membantu teman-teman di sini, kalau seandainya naudzubillah terjadi sesuatu, yang tidak lagi mampu ditangani oleh dokter hewan yang ada di Kalimantan Tengah,” kata Menhut Raja Antoni.

Peralatan medis seperti tabung oksigen dan nebulizer juga disiapkan, untuk membantu menangani gangguan pernapasan pada orangutan, akibat dampak asap karhutla. Langkah itu dinilai penting karena dampak karhutla tidak hanya berasal dari api.

Menhut mengatakan, satgas akan bekerja untuk menyelamatkan satwa yang terdampak. Sementara pemerintah bersama berbagai pihak, terus menjalankan pemadaman dan pencegahan, agar dampak karhutla tidak meluas.

“Selain berusaha memadamkan apinya, mencegah asapnya, tentu ini tadi, bekerjasama lebih erat lagi, berkolaborasi lagi. Agar tidak menimpa banyak orangutan kita di Kalimantan Tengah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....