Ketua MPKT Bungur Mengaku Diancam Lima OTK Bersenjata Pisau

  • 09 Jun 2026 15:41 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kelurahan Bungur, Revina Lufking, mengaku mendapat ancaman dari lima orang tak dikenal di depan rumahnya pada 19 Mei 2026. Peristiwa itu telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat dan kini dalam penanganan kepolisian.

Revina mengatakan kejadian bermula saat dirinya pulang dari kegiatan Posyandu Lansia sekitar pukul 14.00 WIB. Saat hendak membuka pintu rumah, ia didatangi lima orang yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan.

"Saya tidak menyangka mereka datang ke saya. Saya kira teman tetangga atau warga sekitar," kata Revina.

Menurut dia, salah satu perempuan menahan pintu rumah saat dirinya hendak masuk. Sementara tiga pria disebut mengelilinginya sambil membawa pisau lipat dan meminta dirinya mencabut laporan terkait Karang Taruna.

"Mereka bilang, 'Saya tidak takut kamu polisi, saya tidak takut polisi. Tolong cabut laporan Karang Taruna yang ada'," ujarnya.

Revina mengaku tidak mengenali kelima orang tersebut meski mereka mengaku sebagai warga Bungur. Ia menyebut para pelaku datang menggunakan dua sepeda motor dan langsung meninggalkan lokasi setelah menyampaikan ancaman.

"Saya sempat tanya, kamu siapa. Dia bilang, 'Saya warga Bungur', tapi saya tidak kenal," katanya.

Usai kejadian, Revina langsung masuk ke dalam rumah dalam kondisi syok. Beberapa hari kemudian, ia membuat laporan resmi ke Polres Metro Jakarta Pusat.

"Sudah saya laporkan dan sudah keluar bukti lapornya dari Polres Metro Jakarta Pusat," ucapnya.

Revina menduga ancaman itu berkaitan dengan laporan mengenai persoalan aset Karang Taruna. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya motif lain yang masih perlu diungkap aparat penegak hukum.

"Kalau menurut perasaan saya mungkin ini dari Karang Taruna, karena mereka meminta saya mencabut laporan Karang Taruna di kantor polisi," tuturnya.

Ia mengaku masih merasa waswas karena identitas pelaku belum terungkap. Sebagai seorang ibu dan istri anggota kepolisian, Revina berharap kasus tersebut segera dituntaskan.

"Saya ingin tahu siapa orangnya dan apa motifnya. Bohong kalau saya bilang tidak takut, karena saya juga seorang ibu dan punya keluarga," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....