IRT di Cengkareng Ditodong Senjata Api Saat Gagalkan Aksi Curanmor
- 08 Jun 2026 22:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, mengalami trauma usai ditodong diduga senjata api oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pada Senin, 8 Juni 2026 siang.
Peristiwa yang terjadi di Jalan H. Djairi ini sempat terekam CCTV dan menujukkan aksi dua orang pelaku yang diduga merupakan bagian dari komplotan pencuri motor bersenjata.
Berdasarkan rekaman CCTV, kedua pelaku yang mengenakan pakaian tertutup sempat mengamati situasi di sekitar lokasi sebelum beraksi. Setelah kondisi dinilai aman, mereka mendekati sepeda motor milik korban yang terparkir di depan rumah.
Salah satu pelaku kemudian diduga berupaya membobol kunci kontak motor menggunakan kunci khusus. Namun, aksi tersebut dipergoki oleh pemilik kendaraan, Susi, yang langsung keluar rumah setelah melihat gerak-gerik mencurigakan pelaku.
“Kejadiannya sekitar jam 11 siang. Saya lihat dari jendela ada orang mendekati motor saya dan mencoba membuka kunci menggunakan kunci letter T. Saya langsung keluar,” kata Susi kepada wartawan di lokasi, Senin.
Saat sadar aksinya terciduk, salah seorang pelaku diduga mengeluarkan senjata api berwarna perak dan menodongkannya ke arah korban sambil meminta korban masuk kembali ke dalam rumah.
Meski diancam, Susi mengaku tetap berusaha mempertahankan kendaraannya agar tidak dibawa kabur pelaku.
“Saya tidak mau masuk karena motor saya mau dibobol. Saya terus menepis tangannya saat menodongkan pistol ke arah saya,” ujarnya.
Kemudian, kata Susi, saat dirinya berteriak meminta tolong, tidak banyak warga yang langsung keluar rumah saat kejadian berlangsung. “Saya teriak ‘maling, maling’, tetapi awalnya tidak ada warga yang keluar,” katanya.
Situasi pun berubah ketika sejumlah warga mulai berdatangan ke lokasi. Melihat hal itu, pelaku sempat berlari menuju rekannya yang telah menunggu di atas sepeda motor.
Namun, sebelum melarikan diri, pelaku kembali mendekati lokasi sambil mengangkat senjata api ke udara, diduga untuk mengintimidasi warga yang berusaha mendekat.
“Ketika warga mulai keluar, dia sempat lari ke arah temannya. Tapi kemudian balik lagi sambil mengangkat pistol ke atas,” ujar Susi.
Tak lama berselang, kedua pelaku akhirnya melarikan diri tanpa berhasil membawa sepeda motor milik korban.
Akibat kejadian tersebut, Susi mengaku mengalami trauma. Ia juga memilih memindahkan kendaraannya ke tempat yang dinilai lebih aman untuk menghindari kejadian serupa.
Menurutnya, aksi percobaan pencurian dengan ancaman senjata api itu baru pertama kali terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.
Meski belum membuat laporan resmi ke kepolisian, korban telah membagikan rekaman CCTV kejadian tersebut melalui media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....