Diancam Dibunuh karena Diminta Cabut Laporan, Warga Bungur Melapor ke Polisi
- 08 Jun 2026 13:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Seorang warga Bungur Senen di Jakarta Pusat, berinisial RL mengaku menjadi korban dugaan pengancaman oleh lima orang tidak dikenal di depan rumahnya pada Selasa, 19 Mei 2026. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Minggu, 25 Mei 2026, dan hingga kini masih menunggu tindak lanjut penyelidikan.
RL mengatakan laporannya telah diterima dan teregistrasi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Metro Jakarta Pusat. Ia berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut agar kasus yang dialaminya dapat segera terungkap.
“Saya sudah buat laporan dan sudah diterima oleh pihak SPKT Polres Metro Jakarta Pusat,” ujar RL, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut RL, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat dirinya hendak masuk ke rumah. Ketika akan membuka pintu, ia didatangi lima orang yang terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan.
RL menuturkan, kelima orang tersebut meminta dirinya mencabut laporan terkait dugaan hilangnya barang inventaris Karang Taruna Kelurahan Bungur. Permintaan itu, kata dia, disampaikan dengan nada intimidatif hingga membuat dirinya merasa terancam.
Ia mengaku salah seorang dari kelompok tersebut menempelkan benda yang diduga senjata tajam ke tubuhnya. Dalam situasi tersebut, RL mengaku mendapat ancaman pembunuhan apabila tidak mencabut laporan yang pernah dibuat.
“Cabut laporan lo, atau gue bunuh lo. Gue tidak takut walaupun suami lo anggota polisi,” kata RL menirukan ucapan salah seorang pelaku.
Setelah kejadian itu, RL mengaku mengalami ketakutan dan sempat terdiam di depan rumah sebelum akhirnya masuk ke dalam. Ia mengatakan rasa cemas masih dirasakan hingga saat ini, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Menurut RL, kondisi tersebut semakin berat karena suaminya yang bertugas sebagai polisi kerap berada di luar rumah karena pekerjaan. Karena itu, ia sering meminta pendampingan rekan-rekan Karang Taruna saat harus bepergian.
“Ya saya berharap pelakunya bisa segera ditangkap agar saya tidak selalu ketakutan, karena setelah kejadian pengancaman tersebut, saya selalu takut melihat orang tidak dikenal,” ucapnya.
RL mengaku belum mengetahui motif di balik dugaan pengancaman yang dialaminya. Ia menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus tersebut kepada penyidik Polres Metro Jakarta Pusat.
“Kalau soal kenapa saya diancam, saya sendiri tidak mengetahuinya,” ujar RL.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, belum memberikan keterangan terkait perkembangan laporan tersebut. Permintaan konfirmasi yang disampaikan melalui pesan singkat juga belum mendapatkan respons.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....