Ditagih Bayar, Pedagang Sate Padang Diduga Dianiaya Preman

  • 09 Jun 2026 12:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Seorang pedagang sate Padang bernama Hikmatul Lisan (25) diduga menjadi korban penganiayaan oleh dua pria di kawasan Percetakan Negara, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu 6 Juni 2026 malam. Korban disebut mengalami luka di bagian wajah setelah menagih pembayaran makanan dan minuman yang dikonsumsi terduga pelaku.

Kakak korban, Deni, mengatakan peristiwa itu terjadi saat adiknya sedang berjualan. Menurutnya, korban didatangi dua orang yang merupakan warga sekitar sebelum akhirnya terjadi aksi kekerasan.

"Kejadiannya malam Minggu lalu. Adik saya dianiaya oleh dua orang yang merupakan warga sekitar," kata Deni, Selasa 9 Juni 2026.

Deni menuturkan persoalan bermula ketika korban meminta pembayaran atas makanan dan minuman yang telah dikonsumsi kedua terduga pelaku. Salah satu dari mereka diketahui berinisial G.

"Mereka berdua sering makan di lapak adik saya. Selama ini tidak pernah membayar, biasanya makan sate dan minum jus," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian pelipis dan pipi kiri. Selain luka fisik, korban juga disebut masih mengalami trauma dan syok pascakejadian.

"Adik saya masih linglung akibat tonjokan para pelaku. Pada Senin, 8 Juni 2026, saya bersama adik membuat laporan ke Polsek Cempaka Putih," ungkap Deni.

Ia menilai keberadaan para pelaku telah lama meresahkan pedagang di sekitar lokasi. Sejumlah pedagang disebut mengalami perlakuan serupa karena kerap diminta memberikan makanan dan minuman tanpa dibayar.

"Bukan hanya lapak adik saya, pedagang lain juga sering dimintai makan dan minum gratis. Sekalinya diminta bayar, justru adik saya dianiaya," katanya.

Deni berharap polisi segera menangkap para pelaku agar kasus tersebut tidak terulang. Ia juga meminta adanya perlindungan bagi para pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.

"Keduanya harus segera ditangkap. Ini sangat meresahkan pedagang sekitar yang kerap kali dipalak," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengki Sukmawan membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan belum mengamankan pihak yang diduga terlibat.

"Sementara ini belum ada yang diamankan dalam kasus tersebut. Korban sudah buat laporan," kata Pengki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....