Tawuran Warga Pegangsaan dan Menteng Pecah Dini Hari, Satu Orang Terluka

  • 15 Mar 2026 20:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Keributan antarwarga terjadi di wilayah Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu dini hari, 15 Maret 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Bentrokan melibatkan warga RW 06 Kelurahan Pegangsaan dan RW 09 Kelurahan Menteng di sekitar Jalan Menteng Jaya dan Jalan Pasar Emper.

Akibat insiden tersebut, satu warga dilaporkan mengalami luka-luka dan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Bentrokan dipicu saling lempar batu yang terjadi di antara kedua kelompok warga.

Kapolsek Metro Menteng, Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan keributan terjadi antara warga Kampung Bonang dan Kampung Menteng Jaya. Peristiwa itu menyebabkan satu orang warga bernama Wagiman mengalami luka serta beberapa rumah warga terdampak lemparan batu.

“Keributan ini antara warga Kampung Bonang RW 06 Kelurahan Pegangsaan dan warga Kampung Menteng Jaya RW 09 Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng. Satu warga, Wagiman alami luka-luka dan tiga rumah rusak akibat lemparan batu,” ujar Braiel.

Ia menjelaskan korban yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat. Sementara kerusakan rumah dialami oleh beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Braiel menyebut rumah yang terdampak berada di kawasan Jalan Bonang. Rumah tersebut milik warga bernama Ida Yosep, Ibu Ani, dan Ibu Tati yang terkena lemparan batu saat keributan berlangsung.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan. Barang bukti tersebut ditemukan di sekitar lokasi dari kedua kelompok warga yang terlibat.

“Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu kantong berisikan batu dan pecahan kaca, satu bambu panjang, botol bir, serta satu kantong yang berisikan batu. Barang bukti tersebut diamankan ada yang dari sisi warga Kampung Menteng Jaya dan sisi warga Bonang,” kata Braiel.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, keributan diduga dipicu aktivitas membangunkan sahur dengan menggunakan petasan. Petasan tersebut disebut diarahkan ke wilayah Kampung Menteng Jaya hingga memicu pertengkaran antarwarga.

“Warga Bonang gunakan petasan yang langsung diarahkan ke warga Menteng Jaya. Kami telah mendatangi tempat kejadian perkara dan telah menghimbau juga kepada pengurus RW dan RT untuk melarang kegiatan membangunkan sahur dan menggunakan petasan,” ungkapnya.

Untuk mencegah bentrokan susulan, pihak kepolisian menempatkan personel di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif di kedua wilayah tersebut.

“Kita melakukan pencegahan agar tidak terjadi tawuran kembali antar warga Bonang dan Menteng Jaya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....