Polres Jakut Ungkap Pembunuhan Keluarga di Warakas
- 06 Feb 2026 13:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, JAKARTA - Kepolisian Jakarta Utara mengungkap motif dibalik kasus tewasnya satu keluarga di Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara, disebabkan oleh dendam pelaku ke keluarganya sendiri karena merasa diperlakukan berbeda oleh ibunya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar dalam rilisnya mengatakan, dendam tersebut merupakan akumulasi kekesalan tersangka AS terhadap ibunya SS.
"Ini juga merupakan akumulasi kejengkelan dari pelaku ya, terhadap lingkungan internal di keluarganya, terutama terhadap ibunya. Kalau dari pelaku, dia merasa jengkel, merasa diperlakukan berbeda," ucap Seno di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat 6 Februari 2026.
Tersangka AS diketahui seringkali pulang malam dan bahkan tidak pulang ke rumah sehingga menimbulkan kemarahan dari ibunya.
"Pelaku ini sering pulang malam, sering tidak pulang bahkan, dicari-cari ibunya begitu, sehingga di situ menimbulkan kemarahan dari ibunya," ujar Seno.
Selain itu, Onkoseno mengungkapkan bahwa tersangka pernah terlibat cekcok dengan kakak dan adiknya.
"motivasinya ya memang itu karena dia jengkel sama orang tuanya, dan pernah berantem juga sama kakak-adiknya," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, tersangka membeli racun di warung kemudian mencampurkan racun tersebut ke dalam teh yang berada di dalam panci.
"Kemudian, rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah mug (cangkir). Kemudian dari cangkir itu disuapkan atau disendoki ke mulut para korban ketika para korban sedang terlelap tidur," ungkapnya.
Ia memastikan tidak ditemukan gangguan kejiwaan pada pelaku setelah dilakukan pemeriksaan oleh psikiater.
"hasilnya adalah kepada tersangka tidak ditemukan gejala gangguan jiwa berat. Namun memiliki pola kepribadian penyelesaian masalah tidak adaptif. Kemudian punya dorongan adanya agresivitas, dan cakap mental dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Misteri tewasnya satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Januari 2026 akhirnya terungkap.
Korban yang terdiri dari Ibu berinisial SS (55) dan dua anak yaitu AF (27) dan AD (14) meninggal setelah diracun oleh AS (22) yang merupakan anak kandunyang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....