Strategi UMKM Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku
- 04 Feb 2026 15:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Aroma masakan mulai tercium dari dapur-dapur usaha kuliner menjelang bulan suci Ramadhan. Namun di balik itu, harga sejumlah bahan pokok dilaporkan mengalami kenaikan. Komoditas seperti minyak, gula, telur, terigu, ikan, bawang, dan beras menjadi beberapa yang terdampak.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya di sektor kuliner dan makanan ringan. Pasalnya, Ramadhan biasanya menjadi periode peningkatan permintaan yang seharusnya jadi momen panen bagi pelaku usaha makanan. Akan tetapi, naiknya biaya produksi justru bisa menjadi boomerang jika tidak disiasati dengan strategi tepat.
Agar tidak mengalami kerugian, pelaku usaha perlu menyiapkan strategi matang dalam menyiasati lonjakan biaya produksi. Langkah adaptif dinilai penting untuk menjaga stabilitas bisnis sekaligus mempertahankan pelanggan.
Dikutip dari laman resmi umkmindonesia.id pada Rabu, 4 Februari 2026, salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah dengan mengemas menu lama dengan nama baru. Cara ini memungkinkan pengusaha menyesuaikan porsi tanpa mengurangi minat beli konsumen.
Selain itu, memperkenalkan menu bundling juga dapat membantu menjaga margin keuntungan. Penggabungan produk dengan harga pokok tinggi dan rendah dinilai efektif menstabilkan profit.
Pelaku usaha juga dapat menurunkan spesifikasi produk secara bijak tanpa mengorbankan kualitas secara drastis. Misalnya, mengurangi takaran bahan namun tetap mempertahankan tampilan menarik agar konsumen tetap puas.
Pengguanaan bahan baku substitusi menjadi alternatif lain untuk menekan biaya prduksi. Penggantian sebagian bahan dengan opsi yang lebih terjangkau dapat menjaga harga jual tetap kompetitif.
Di sisi pemasaran, peningkatan promosi dapat mengalihkan perhatian pelanggan dari kenaikan harga. Diskon pembelian dalam jumlah tertentu menjadi salah satu cara mendorong volume transaksi.
Memberikan sentuhan baru pada produk, seperti desain kemasan yang lebih modern, juga bisa meningkatkan persepsi nilai di mata konsumen. Dengan begitu, kenaikan harga terasa sepadan dengan kualitas yang ditawarkan.
Pelaku usaha juga dapat menyertakan bonus atau cenderamata sederhana untuk menjaga loyalitas pelanggan, seperti stiker atau kartu ucapan. Komunikasi yang transparan mengenai penyesuaian harga dinilai mampu membangun kepercayaan.
Strategi lain yang tidak kalah penting adalah meningkatkan volume penjualan melalui penambahan jam operasional atau memperluas kanal penjualan digital. Evaluasi biaya operasional pun perlu dilakukan agar pengeluaran tetap efisien.
Kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar umumnya dipicu oleh meningkatnya permintan pasar. Karena itu, kesiapan strategi menjadi kunci agar pelaku UMKM tetap bertahan dan berkembang.
(FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Suanan Gunung Djati Bandung)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....