POLINEMA Bantu UMKM Auliya Tingkatkan Produksi Sagon

  • 16 Jun 2026 14:18 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • POLINEMA Bantu UMKM Auliya Tingkatkan Produksi Sagon

RRI. CO. ID, Jakarta - Upaya meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan tradisional terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha. Salah satunya diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama UMKM Auliya di Kelurahan Plosokerep, Kota Blitar.

Program bertajuk “Peningkatan Kapasitas dan Kontinyuitas Usaha UMKM Auliya di Kelurahan Plosokerep Kota Blitar melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Manajemen Sistem Operasi Produksi” tersebut didanai melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Drs. Pudji Herijanto, M.AB, dosen bidang Administrasi Bisnis Polinema. Tim pelaksana juga melibatkan R. N. Akhsanu Takwim, S.T., M.T., dosen bidang Teknik Mesin Polinema, serta Nunuk Latifah, S.E., M.M., dosen bidang Manajemen dari Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar.

Sebelum program dilaksanakan, UMKM Auliya yang memproduksi sagon sebagai salah satu pangan tradisional khas Blitar masih menghadapi berbagai kendala dalam proses produksi. Pencetakan sagon dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana berbahan paralon sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan menghasilkan ukuran produk yang belum sepenuhnya seragam.

Padahal, permintaan pasar terhadap produk sagon mencapai sekitar 355 kilogram per minggu. Keterbatasan kapasitas produksi membuat sebagian permintaan tersebut masih harus dipenuhi melalui kerja sama dengan pengrajin lain.

Selain kendala produksi, UMKM Auliya juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan usaha. Penentuan harga jual masih mengacu pada harga pasar tanpa didukung perhitungan biaya operasional yang terstruktur. Mitra juga belum memiliki sistem pencadangan dana untuk reinvestasi usaha sehingga ketika terjadi kerusakan sarana usaha, tidak tersedia dana khusus untuk penggantian sarana tersebut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim pengabdian mengembangkan mesin pencetak sagon semi otomatis berbasis roller sebagai solusi teknologi tepat guna. Mesin ini dirancang untuk mempercepat proses produksi, meningkatkan kapasitas usaha, serta menghasilkan bentuk dan ukuran sagon yang lebih seragam.

Penerapan teknologi tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap produktivitas usaha. Mesin pencetak sagon semi otomatis mampu menghasilkan sekitar 75 buah sagon per menit, jauh lebih cepat dibandingkan proses pencetakan manual yang sebelumnya dilakukan. Selain meningkatkan kapasitas produksi, penggunaan mesin juga membuat proses kerja menjadi lebih ergonomis, higienis, dan efisien.

Tidak hanya pada aspek teknologi, tim pengabdian juga melakukan pendampingan manajemen usaha melalui penerapan Sistem Operasi Produksi (SiOProd). Melalui program ini, UMKM Auliya mendapatkan pendampingan dalam inventarisasi aset usaha, perhitungan biaya operasional, penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP), pengelolaan biaya pemasaran, hingga penentuan harga jual yang lebih tepat.

Ketua tim pengabdian, Dr. Pudji Herijanto, menjelaskan bahwa penguatan teknologi dan manajemen usaha harus berjalan beriringan agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Penerapan teknologi tepat guna dapat meningkatkan kapasitas produksi, sedangkan penguatan manajemen membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program ini, UMKM Auliya ditargetkan mampu memenuhi lebih dari 90 persen permintaan pasar secara mandiri, menjaga kualitas produk secara konsisten, serta memperluas pemasaran pangan tradisional khas Blitar ke tingkat regional.

Kolaborasi antara Polinema, Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar, dan UMKM Auliya tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan UMKM pangan tradisional berbasis teknologi dan manajemen modern. Selain meningkatkan produktivitas usaha, program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan melestarikan produk pangan lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....