Akhir Bulan, Dompet Tetap Aman
- 29 Jul 2026 14:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID,JAKARTA: Mengelola keuangan rumah tangga menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang, terutama ketika memasuki akhir bulan. Kebutuhan sehari-hari yang terus berjalan, biaya sekolah anak, kebutuhan dapur, hingga keperluan mendadak membuat masyarakat harus lebih bijak dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran agar tidak kelabakan sebelum menerima gaji berikutnya.
Topik mengenai cara mensiasati isi dompet di akhir bulan dan mengelola keuangan agar tetap tercukupi hingga awal bulan menjadi perbincangan dalam program Kabar Jakarta. Sejumlah pendengar turut menyampaikan pengalaman dan cara mereka mengatur keuangan melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.
Hasan, pendengar dari Bogor, mengatakan bahwa kondisi keuangan pada awal maupun akhir bulan baginya tidak jauh berbeda. Ia mengaku penghasilan yang diterima harus disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
"Mau akhir bulan atau awal bulan bagi saya sama saja. Gaji hanya pas-pasan untuk kebutuhan keluarga," ujar Hasan.
Sementara itu, Pak H. Ashor dari Kalideres memilih untuk memprioritaskan kebutuhan pokok keluarga. Menurutnya, kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak menjadi hal utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
"Saya selalu mencukupi kebutuhan dapur terlebih dahulu. Urusan isi dompet itu belakangan. Yang diutamakan kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan harian. Alhamdulillah semuanya tercukupi," ungkapnya.
Berbeda dengan Ki Yadi dari Jonggol. Saat ini, ia lebih banyak menyisihkan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan cucu. Baginya, membantu kebutuhan keluarga menjadi salah satu prioritas yang harus diperhatikan.
Sementara Icha dari Bone, yang masih hidup sendiri, mengaku lebih memilih menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Ia juga berusaha memasak sendiri untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari agar pengeluaran dapat ditekan.
"Saya masih sendiri, jadi saya menyisihkan uang untuk ditabung dan berusaha selalu memasak untuk makan sehari-hari supaya lebih irit," kata Icha.
Hal serupa juga dilakukan oleh Bu Ummi dari Pesanggrahan. Ia selalu membawa dompet ketika bepergian dan menyisihkan uang khusus untuk kebutuhan perjalanan, terutama ketika harus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit. Bu Ummi juga mengaku belum menggunakan uang digital karena masih menggunakan telepon seluler model lama.
Sementara itu, Mang Tono dari Pondok Gede memiliki kebiasaan mencatat seluruh pengeluaran. Catatan tersebut kemudian dijadikan pedoman untuk mengatur kebutuhan belanja rumah tangga bersama istrinya.
Menurutnya, dengan mencatat pengeluaran, keluarga dapat mengetahui kebutuhan mana yang harus diprioritaskan dan menghindari pembelian yang tidak terlalu diperlukan.
Dari Surakarta, Pak Sukimin menyampaikan bahwa mengelola keuangan keluarga membutuhkan kerja sama antara suami dan istri. Ia dan istrinya sama-sama bekerja dan saling bahu-membahu untuk memenuhi biaya hidup keluarga.
"Kita saling bahu-membahu untuk biaya hidup dan bekerja sama, karena kita sama-sama bekerja," tuturnya.
Sementara itu, Kong Dani dari Kemayoran memiliki pandangan yang berbeda. Baginya, kesehatan kini menjadi hal yang lebih utama dibandingkan persoalan keuangan.
"Sekarang yang penting sehat. Soal uang sudah tidak menjadi prioritas," ujarnya.
Beragam tanggapan tersebut menunjukkan bahwa setiap keluarga memiliki cara masing-masing dalam menghadapi kondisi keuangan, khususnya ketika memasuki akhir bulan. Ada yang memilih mengutamakan kebutuhan pokok, mencatat pengeluaran, memasak sendiri, menabung, hingga membangun kerja sama antara pasangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Dari berbagai pengalaman pendengar tersebut, dapat menjadi pengingat bahwa pengelolaan keuangan tidak selalu harus dimulai dengan penghasilan yang besar. Kebiasaan sederhana seperti membuat daftar kebutuhan, mencatat pengeluaran, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan dapat membantu menjaga kondisi keuangan agar lebih teratur.
Pada akhirnya, menghadapi akhir bulan bukan hanya soal seberapa banyak uang yang tersisa di dompet, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menentukan prioritas dan mengatur pengeluaran sejak awal menerima penghasilan. Dengan perencanaan yang baik dan disiplin dalam mengelola keuangan, diharapkan kebutuhan keluarga tetap dapat terpenuhi tanpa harus mengalami kepanikan ketika akhir bulan tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....