Menghadapi Akhir Bulan tanpa Cemas

  • 28 Agt 2026 23:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta - Fenomena "kanker" alias kantong kering di akhir bulan masih menjadi keluhan klasik yang dialami banyak masyarakat. Anggaran yang sudah dirancang sedemikian rupa kerap kali meleset akibat pengeluaran tak terduga maupun gaya hidup yang tidak terkontrol.

Namun, dalam acara Blantek (Obrolan Tanpa Teks) yang disiarkan oleh Pro4 RRI Jakarta, sejumlah pendengar membagikan pengalaman inspiratif mereka dalam mengendalikan keuangan keluarga agar tetap tenang dan stabil hingga pengujung bulan.

Beragam Jurus Warga Menjaga Dompet Tetap Sehat

Setiap keluarga memiliki pendekatan dan strategi yang berbeda-beda dalam mengelola arus kas bulanan:

  • Disiplin Skala Prioritas (Uni Linda - Kedoya): Fokus belanja kebutuhan pokok di awal bulan. Jika suatu barang tidak mendesak, ia memilih untuk tidak membelinya di akhir bulan.
  • Delegasi Manajemen Keuangan (Ibu Ani - Depok): Menyerahkan tata kelola pengeluaran sepenuhnya kepada sang anak, sehingga masa tua lebih tenang tanpa kekhawatiran finansial.
  • Flexibilitas dan Subsitusi Menu (Ibu Umi - Pesanggrahan): Siasat hemat di dapur dengan mengganti bahan makanan mahal seperti ayam atau daging menjadi opsi bergizi yang lebih terjangkau, seperti telur, ikan, dan tempe.
  • Pencatatan & Pos Anggaran Ketat (Retno - Bekasi): Mengalokasikan gaji pasangan di awal bulan ke dalam pos-pos kebutuhan secara tertulis dan terencana.
  • Sistem Alokasi Harian (Bang Wahyu - Cibubur): Menyerahkan uang belanja harian secara rutin kepada istri untuk menjaga ritme pengeluaran dapur tetap konsisten sepanjang bulan.

Tips Praktis Mengatur Pengeluaran di Akhir Bulan

Untuk menghindari stres finansial menjelang tanggal muda, berikut beberapa langkah nyata yang dapat Anda terapkan:

  1. Gunakan Metode Pos Anggaran (Budget Envelopes)Gaji yang diterima di awal bulan langsung dipisahkan ke dalam kategori utama: tagihan rutin, tabungan, belanja dapur, dan dana darurat.
  2. Lakukan Substitusi Bahan MakananSeperti pengalaman Ibu Umi, ganti protein berbiaya tinggi dengan opsi nutrisi setara yang hemat di kantong (seperti telur, tahu, tempe, atau ikan lokal).
  3. Penerapan Jeda 24 Jam Sebelum BelanjaSaat tertarik membeli barang di luar daftar primer, beri waktu jeda 1 hari untuk menilai apakah barang tersebut kebutuhan (need) atau sekadar keinginan (want).
  4. Jatah Uang Belanja Secara Harian atau MingguanMembagi anggaran belanja dapur menjadi batas harian membantu mencegah pemborosan berlebih di minggu-minggu awal.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....