Konsumsi Rumah Tangga hingga Kuliner Jadi Penopang Ekonomi Jakarta

  • 06 Mei 2026 16:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Peningkatan konsumsi rumah tangga selama musim libur panjang dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I 2026. Kondisi tersebut turut mendorong kinerja sektor perdagangan hingga usaha akomodasi dan makan minum di Ibu Kota.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan pihaknya mencatat perekonomian Jakarta tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026. Angka tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,72 persen (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 5,51 persen,” kata Iwan Setiawan, di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Iwan menjelaskan, kenaikan konsumsi dipengaruhi meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode long festive season HBKN, mulai dari Ramadan dan Idulfitri, Imlek, hingga Nyepi. Selain momentum hari besar keagamaan, berbagai event berskala besar yang berlangsung di Jakarta juga ikut menggerakkan aktivitas belanja masyarakat dan sektor jasa.

“Bank Indonesia menilai daya beli masyarakat masih cukup terjaga seiring kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), serta sejumlah insentif pemerintah,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap sektor perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 6,71 persen (yoy). Sektor ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jakarta pada awal tahun.

Di sisi lain, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 10,84 persen (yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 8,40 persen.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, pertumbuhan sektor kuliner dan perhotelan dinilai mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya aktivitas wisata dan konsumsi selama periode libur panjang.

“Selain ditopang konsumsi domestik, ekonomi Jakarta juga mendapat dorongan dari investasi yang tetap tumbuh positif sebesar 4,71 persen (yoy), terutama dari pembangunan proyek strategis pemerintah dan swasta,” ujarnya.

Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi masih mencatat pertumbuhan kuat sebesar 6,33 persen (yoy), sejalan dengan tingginya penggunaan layanan digital dan transaksi berbasis aplikasi di Jakarta sebagai pusat bisnis nasional.

“Dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap ekonomi nasional, Jakarta masih mempertahankan perannya sebagai motor penggerak perekonomian Indonesia,” kata Iwan.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga stabilitas serta menjaga akselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak perekonomian global.

Upaya tersebut dilakukan melalui langkah-langkah antisipasi pengendalian inflasi melalui TPID, perluasan digitalisasi sistem pembayaran, penguatan investasi dan sektor produktif, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru berbasis ekonomi kreatif.

Dalam konteks tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta juga turut mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 sebagai bagian dari rangkaian Jakarta Economic Forum (JEF) dan Jakarta Kreatif Festival (JKF).

“Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Jakarta, serta mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan sebagai kota global yang berdaya saing,” kata Iwan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....