Komunitas Keroyokan Project Ajak Masyarakat Raih Cuan Lewat AI

  • 19 Mei 2026 20:26 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kreativitas sekaligus menambah penghasilan di era digital. Hal ini disampaikan komunitas Keroyokan Project dalam program Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Jakarta, Senin 18 Mei 2026.

Trainer sekaligus wakil resmi Dinar KR Jakarta Pusat dari Keroyokan Project, Eli Yuliawati Rosidah mengatakan, AI sangat membantu masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, untuk menghasilkan pendapatan tambahan hanya bermodalkan telepon pintar.

“Dengan AI dan HP saja itu sudah bisa menghasilkan uang. Misalnya lewat desain, pembuatan video, atau promosi bisnis. Jadi sangat bermanfaat, terutama buat emak-emak,” ujarnya.

Menurut Eli, sejumlah platform seperti OpenAI ChatGPT, Google Gemini, hingga Grok kini banyak dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan kreatif dan bisnis digital. Namun, ia menilai pengguna tetap perlu mengasah kreativitas agar hasil yang dibuat lebih bernilai.

Sementara itu, kreator digital Keroyokan Project, Dedi Prabowo menegaskan AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas manusia.

“AI membantu brainstorming, membuat presentasi, sampai memecahkan kebuntuan ide. Tapi ide utama tetap harus datang dari manusia. Kita yang jadi sutradaranya,” kata Dedi.

Ia mengingatkan, tantangan terbesar penggunaan AI saat ini adalah potensi ketergantungan yang dapat membuat seseorang malas berpikir. Karena itu, pengguna harus tetap menyeimbangkan kemampuan teknologi dengan logika dan kreativitas pribadi.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga memperkenalkan Keroyokan Project sebagai wadah belajar bersama para kreator digital dari berbagai daerah di Indonesia. Komunitas ini aktif mengembangkan karya berbasis AI, termasuk film pendek berjudul Don’t Pans Me yang diproduksi secara kolaboratif oleh anggotanya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa AI bukan sekadar alat teknologi, tapi bisa menjadi medium untuk menciptakan karya yang punya jiwa dan nilai emosional,” ujarnya.

Melalui komunitas tersebut, Eli dan Dedi berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memanfaatkan AI secara positif untuk belajar, berkarya, dan membuka peluang ekonomi baru di tengah pesatnya transformasi digital.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....