Perekonomian Jakarta Triwulan III 2025 Tumbuh Positif

  • 06 Nov 2025 06:45 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Yosamartha mengatakan perekonomian DKI Jakarta memiliki pangsa 16,39% terhadap nasional. Angka tersebut tumbuh positif sebesar 4,96% (yoy) pada triwulan III 2025, meskipun lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan di triwulan sebelumnya (5,18%; yoy).

Yosamartha menyebut, dari sisi permintaan pertumbuhan ekonomi bersumber dari konsumsi rumah tangga investasi, dan konsumsi Pemerintah. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan terutama ditopang LU Informasi dan Komunikasi, LU Perdagangan, serta LU Jasa Perusahaan.

“Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,01%(yoy), namun di bawah laju pertumbuhan triwulan sebelumnya (5,13%; yoy),” kata Yosamartha di Jakarta, Selasa (5/11/2025).

Tetap positifnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga didukung oleh berbagai paket stimulus ekonomi pemerintah, antara lain diskon transportasi, fasilitas PPN ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat, penebalan bantuan sosial melalui tambahan bantuan kartu sembako, bantuan subsidi upah, serta diskon iuran jaminan kecelakaan kerja.

“Namun demikian, pertumbuhan tersebuttertahan sejalan dengan normalisasi mobilitas masyarakat pascalibur anak sekolah pada triwulan II 2025 serta minimnya hari libur nasional pada triwulan III 2025,”!ujarnya.

Lebih lanjut Yosamartha menjelaskan investasi juga turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jakarta dengan laju pertumbuhan sebesar 3,67% (yoy), meskipun melambatdibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,50% (yoy). Melambatnya pertumbuhan investasi dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian ekonomi yang mendorong pelaku usaha untuk bersikap wait and see dalam melakukan investasi maupun ekspansi usaha.

“Namun perlambatan tertahan oleh berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis Pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun,” katanya.

Menurutnya, disisi lain konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi mencapai 20,06% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (5,16%; yoy). Tingginya pertumbuhan tersebut terutama bersumber dari belanja barang, subsidi dan bantuan sosial (bansos) yang meningkat sejalan dengan akselerasi realisasi belanja Pemerintah pada semester II 2025 sertapenyaluran paket stimulus ekonomi untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Selanjutnya dari sisi eksternal, ekspor tetap tumbuh sebesar 8,57% (yoy), meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (17,26%; yoy). Pertumbuhan ekspor terutama didorong oleh ekspor logam mulia dan perhiasan/permata, serta minyak dan lemak hewan nabati. Namun, ekspor sejumlah komoditas lainnya seperti kendaraan, mesin, dan peralatan listrik, mesin dan pesawat mekanik, serta berbagai produk kimia mengalami penurunan.

Sementara itu, impor juga tetap tumbuh sebesar 7,92% (yoy), meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan lalu (16,99%; yoy). Pertumbuhan impor terutama bersumber dari impor barang modal, sedangkan impor barang konsumsi dan bahan baku mengalami kontraksi.

Dari sisi Lapangan Usaha, perekonomian DKI Jakarta terutama ditopang LU Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 6,72% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (5,65%; yoy). Kinerja positif ini didorong oleh meningkatnya penggunaan paket data dan layanan internet selama triwulan III 2025.

LU Perdagangan juga turut menjadi penopang ekonomi Jakarta sejalan dengan masih kuatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Selanjutnya, LU Jasa Perusahaan turut memberikan kontribusi positif seiring dengan meningkatnya aktivitas agen perjalanan, termasuk Umroh, serta pelaksanaan berbagai event dan MICE di Jakarta.

LU lainnya seperti LU Akomodasi dan Makan Minum serta LU Transportasi dan Pergudangan juga mencatat pertumbuhan yang tinggi, didorong oleh peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan kenaikan volume penumpang angkutan selama triwulan III 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....