Pramono Sebut Transaksi QRIS di Jakarta Capai 38 Persen Nasional
- 05 Jul 2026 13:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Jakarta terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Saat ini, transaksi QRIS di Jakarta mencapai 38 persen dari total transaksi QRIS nasional.
Menurut Pramono, capaian tersebut menunjukkan Jakarta masih menjadi daerah yang memimpin dalam penggunaan sistem pembayaran digital. Hal tersebut juga sejalan dengan besarnya kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional pada triwulan I 2026 mencapai sekitar 16,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
“Saya senang karena transaksi QRIS Jakarta sekarang sudah mencapai 38 persen dari total transaksi nasional,” kata Pramono, di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2027.
Pramono menjelaskan, tingginya penggunaan QRIS tidak lepas dari kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperluas penggunaan pembayaran digital, terutama di sektor perdagangan.
Saat ini, seluruh 153 pasar yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melayani transaksi menggunakan QRIS. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bergantung pada pembayaran tunai saat berbelanja di pasar.
“Ini berkat kerja sama Bank Indonesia dan OJK yang terus mendorong penggunaan QRIS di seluruh pasar di Jakarta,” ujarnya.
Pramono juga berharap semakin banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan QRIS. Hingga kini, sekitar 422 ribu UMKM di Jakarta telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.
Namun, menurutnya, yang tidak kalah penting adalah meningkatnya nilai transaksi dari para pelaku UMKM tersebut, sehingga penggunaan QRIS benar-benar dapat membantu mengembangkan usaha mereka.
“Mudah-mudahan 422 ribu UMKM yang sudah menggunakan QRIS ini nilai transaksinya juga semakin besar,” katanya.
| Baca juga: Industri Asuransi Hadapi Tekanan Baru |
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengaku optimistis penggunaan QRIS di Jakarta akan terus meningkat pada tahun depan.
Ia mengatakan, saat ini pembayaran menggunakan QRIS sudah digunakan di hampir semua sektor, mulai dari pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga hotel. Kondisi tersebut membuat BI yakin transaksi QRIS di Jakarta masih memiliki ruang untuk terus tumbuh.
“Sekarang hampir semua transaksi di pasar, 153 pasar, kemudian di pertokoan, perhotelan, dan sektor lainnya sudah menggunakan QRIS. Karena itu saya yakin transaksinya akan terus meningkat,” kata Iwan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....