Hengky Nasution, ASN yang Tetap Berkarya lewat Musik Minang
- 19 Sep 2026 14:02 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Budaya politik di setiap daerah memiliki karakter dan keunikan masing-masing.
- Hengky berharap generasi muda dan pelajar tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hengky Nasution, putra Lintau Buo yang kini berdomisili di Kota Padang, merupakan sosok yang memadukan pengabdian sebagai aparatur sipil negara dengan kecintaan terhadap seni. Lahir pada 26 Februari. Hengky adalah anak ketiga dari lima bersaudara, putra almarhum Amir Nasution dan almarhumah Nurmatias. Lulusan S1 Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas ini kini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Padang, posisi yang diembannya sejak 2017, setelah sebelumnya bertugas sebagai kepala seksi di Kantor Kesbangpol Pemerintah Kota Padang.
Kecintaan Hengky terhadap dunia seni, khususnya tarik suara, telah tumbuh sejak masa pelajar. Sejumlah prestasi berhasil diraihnya, antara lain Juara II Lomba Lagu P4 tingkat pelajar se-Sumatera Barat pada 1996, Juara I Festival Lagu Minang Pelajar se-Sumatera Barat di ISI Padang Panjang pada 1997, serta Juara I Bintang Radio RRI Padang dan Juara Harapan I Bintang Radio tingkat nasional pada 2002. Ia juga meraih Juara Harapan II Vocal Grup Peksiminas 1999 di Surabaya dan 2002 di Yogyakarta, Juara I Lagu Minang HUT TVRI Sumatera Barat 2001, serta Juara I Lagu Minang RRI Padang 2002 tingkat Sumatera Barat.

Baca Juga : Mujahid Rasyid, Santri Muda yang Tekun Menuntut Ilmu dan Berkarya
Baca Juga : Afdhalu Rizki Ajak Pemuda Minangkabau Aktif Berorganisasi
Kesibukannya sebagai ASN tidak membuat Hengky meninggalkan dunia seni. Di sela tugas kedinasan, ia tetap berkarya melalui lagu-lagu Minang, pop Indonesia, dan Melayu yang dipublikasikan melalui berbagai platform digital seperti TikTok dan Spotify. Bagi Hengky, pekerjaan dan kesenian dapat berjalan beriringan selama dilakukan dengan tanggung jawab dan tidak mengganggu tugasnya sebagai abdi negara. Dukungan orang tua sejak dahulu menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Ia mengingat pesan orang tuanya agar selalu jujur kepada diri sendiri, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, dan tidak melupakan ibadah, khususnya salat.
Menurut Hengky, "budaya politik di setiap daerah memiliki karakter dan keunikan masing-masing. Adat istiadat yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, menurutnya, dapat menjadi salah satu unsur yang mendorong partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, terbentuknya sebuah organisasi maupun negara tidak dapat dilepaskan dari akar budaya masyarakatnya. Karena itu, budaya Minang yang hidup bersama nilai adat dan agama perlu terus dirawat agar tetap menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda" ujar Hengky, disaat di wawancara dalam acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba, lamak di danga, melalui sambungan telp, Rabu malam, 9 September 2026.

Baca Juga : Menua dengan Kesadaran, Menjaga Vitalitas dan Kedamaian di Usia Senja
Baca Juga : Ki Fakih Tri Sera, Dalang Muda Peruwat Hutan UI
Hengky berharap generasi muda dan pelajar tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia mengajak anak muda untuk tetap berpegang pada norma adat dan agama, sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana mengenalkan dan mendokumentasikan kekayaan budaya Minang kepada masyarakat luas. Prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah diyakininya dapat menjadi pijakan dalam menapaki masa depan. Menurutnya, keluarga dan lingkungan memiliki peran kuat dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, pendidikan, serta karakter, sehingga generasi muda dapat tumbuh dengan bekal yang baik dan mampu membawa budaya daerah tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....