Afdhalu Rizki Ajak Pemuda Minangkabau Aktif Berorganisasi

  • 03 Sep 2026 07:39 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Afdhalu Rizki mengembangkan diri sebagai mahasiswa melalui keterlibatan aktif dalam organisasi kampus dan perhatian terhadap isu-isu pendidikan.
  • Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi ini mengajak pemuda Minangkabau untuk menjaga kelestarian identitas dan nilai-nilai warisan pendahulu.
  • Pendekatan holistik Afdhalu Rizki menggabungkan pengembangan akademik, keterlibatan organisasi, dan tanggung jawab sosial dalam mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Afdhalu Rizki punya cara sendiri untuk mengembangkan diri sebagai mahasiswa, yaitu aktif di organisasi sekaligus menaruh perhatian pada persoalan pendidikan. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi ini juga mengajak pemuda Minangkabau untuk tidak melupakan identitas dan nilai yang diwariskan para pendahulu.

Aktif kuliah, aktif organisasi, dan tetap peduli dengan pendidikan. Afdhalu Rizki mengajak anak muda Minangkabau untuk terus belajar tanpa melupakan identitas budaya.. (Foto : Dokumentasi Afdal)

Afdhalu berasal dari Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, dan merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya, Yazul Kanani, bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya, Nurmarliasni, merupakan ibu rumah tangga.

Minat berorganisasi sebenarnya sudah muncul sejak Afdhalu masih duduk di Madrasah Tsanawiyah Negeri. Sempat berhenti karena pandemi Covid-19 saat SMA, ia kembali aktif berorganisasi ketika kuliah dan kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi periode 2026.

Afdhalu Rizki mendorong pemuda Minangkabau aktif berorganisasi dan menjaga identitas budaya.. (Foto : Dokumentasi Afdal)

Tidak hanya di kampus, Afdhalu juga aktif sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Bukittinggi sejak pertengahan Maret 2026. Menurutnya, organisasi menjadi tempat untuk belajar banyak hal, mulai dari kepemimpinan hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Bagi saya organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang untuk belajar, mengasah kepemimpinan, memperluas wawasan, sekaligus mengabdikan diri bagi masyarakat,” ujar Afdhalu dalam Acara Apresiasi Budaya Minangkabau Minang Bakaba Lamak Di Danga, Rabu malam, 2 September 2026.

Afdhalu juga memberikan perhatian pada persoalan pendidikan di Indonesia. Ia menilai kesejahteraan guru perlu menjadi perhatian karena tenaga pendidik akan lebih optimal menjalankan tugas ketika kebutuhan hidup mereka dan keluarga terpenuhi.

Ia berharap pendidikan dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat di berbagai daerah. Bagi Afdhalu, perbaikan pendidikan juga membutuhkan perhatian terhadap orang-orang yang berada di garis depan, yaitu para guru dan tenaga pendidik.

Kepada anak muda Minangkabau, Afdhalu berpesan agar tidak kehilangan identitas budaya. Ia mengajak generasi muda kembali mempelajari pemikiran para pendahulu dan meneruskan nilai positif yang telah diwariskan.

“Mari kita bangkitkan kembali pemikiran-pemikiran pendahulu kita yang telah berhasil membangun negara ini. Mari kita kembalikan identitas yang telah hilang bertahun-tahun dari darah Minang. Mambangkik batang tarandam,” ujarnya.

Bagi Afdhalu, menjadi mahasiswa bukan hanya soal mengejar nilai akademik. Organisasi, pendidikan, dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian dari proses untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....