Mira Gusniwati: Mengabdi lewat Pendidikan dan Kewirausahaan
- 22 Agt 2026 06:03 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Mira memegang teguh pesan orang tuanya, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Falsafah tersebut menjadi pengingat untuk selalu mampu menempatkan diri, rendah hati, serta menempatkan Sang Pencipta di atas segala-galanya.
- tetap menjaga etika dan berpegang pada falsafah “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”
RRI.CO.ID, Jakarta - Mira Gusniwati, S.S., M.Pd. merupakan sosok wanita pendidik sekaligus entrepreneur yang terus mengembangkan kiprahnya di bidang pendidikan dan industri kreatif. Lahir di Rambatan, 1 Agustus, Mira kini menetap di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Sebagai putri sulung dari dua bersaudara pasangan almarhum M. Nur dan Hj. Zainidiar, ia tumbuh dalam keluarga yang hangat, sederhana, serta menjunjung tinggi nilai pendidikan dan kehidupan.
Semangat belajar yang kuat mengantarkan Mira menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Magister (S2). Prestasinya telah terlihat sejak usia muda, antara lain meraih Juara 1 Pidato dan Juara 1 Baca Puisi. Ia juga pernah mengikuti persaingan Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan menorehkan prestasi sebagai Penulis Terbaik dalam berbagai ajang penulisan tingkat nasional. Beragam prestasi gemilang tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuknya sebagai sosok yang percaya pada kekuatan dan pentingnya ilmu dan kreativitas.

Baca Juga : Evi Susanti: Pendidikan, Pengabdian, dan Pentingnya Berita yang Mencerdaskan
Baca Juga : Asnizarti, Bundo Kanduang yang Menjaga Minang di Sydney
Baca Juga : Yousfi B. Latif, Merawat Persatuan Diaspora Minang dari Sydney
Mira meluangkan waktu untuk hadir langsung ke Studio RRI Jakarta, lantai 6 dalam Acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba, lamak didanga, Rabu, 19 Agustus 2026, menyampaikan perihal kiprahnya didunia pendidikan dan lainnya.
"Dimulai pada tahun 2004 saya mendirikan Bimbingan Belajar Farel Education Centre, dari pengalaman tersebut, semangat saya semakin kuat untuk melanjutkan pendidikan hingga S2 dan kemudian mengabdikan diri sebagai dosen. Di luar didunia akademik, saya juga mengembangkan diri sebagai edupreneur dan fashion entrepreneur. Setelah menekuni usaha bimbingan belajar, di tahun 2019 saya mencoba terjun ke industri kreatif fashion, dan ingin membuktikan bahwa pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan", ujar Mira.
Mira berpandangan bahwa pendidikan Indonesia masih membutuhkan pembenahan yang serius dan sistemik, terutama dalam penguatan literasi dan matematika. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar dan luar biasa, tetapi potensi tersebut harus mendapat perhatian, pembinaan, dan kesempatan yang tepat agar dapat berkembang. Mira menambahkan, “Mutiara SDM Indonesia sangat melimpah dan luar biasa, namun kerap terabaikan tanpa perhatian yang tepat,” ujarnya. Ia pun berharap pemerintah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dan memastikan setiap kebijakan anggaran benar-benar berdampak bagi masa depan generasi penerus.

Baca Juga : Semangat Kemerdekaan, Beksi Panca Mustika Tunggal Lestarikan Silat Tradisional
Baca Juga : Teater Dupa, Merawat Seni dan Budaya dari Duri Kepa
Baca Juga : SDN Barengkok 03 Melalui Edukasi Gizi dan Pengenalan Konsep “Isi Piringku”
Dalam menjalani kehidupan, Mira memegang teguh pesan orang tuanya, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Falsafah tersebut menjadi pengingat untuk selalu mampu menempatkan diri, rendah hati, serta menempatkan Sang Pencipta di atas segala-galanya. Kepada generasi muda Minangkabau, ia berpesan agar tetap menjaga etika dan berpegang pada falsafah “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”. Sementara kepada seluruh anak muda Indonesia, Mira mengajak mereka berani menggantungkan cita-cita setinggi langit, tetapi tetap membumi, rendah hati, dan menjaga benteng keimanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....