Evi Susanti: Pendidikan, Pengabdian, dan Pentingnya Berita yang Mencerdaskan
- 15 Agt 2026 06:10 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Evi juga menaruh perhatian besar terhadap maraknya berita hoaks yang dinilainya semakin meresahkan masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - Evi Susanti, S.Pd., MM, perempuan asal Padang yang lahir 5 di bulan November, mendedikasikan dirinya pada dunia pendidikan sejak 2008. Lulusan S2 Manajemen Sumber Daya Manusia ini berasal dari suku Caniago dan merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ia adalah putri almarhum Sutan H. Suardi, Datuak Rajo Suaro, yang pernah dipercaya sebagai Kepala Desa Duku Padang Galo, Pilubang, pada era 1980-an hingga 1990-an.
Perjalanan Evi di dunia pendidikan terus berkembang hingga mengantarkannya meraih peringkat pertama dalam lomba pengelolaan manajemen lembaga pendidikan PKBM tingkat DKI Jakarta. Pengalaman tersebut semakin menguatkan kiprahnya sebagai narasumber bidang pendidikan informal dan nonformal, khususnya PKBM. Sejak 2019, Evi juga dipercaya sebagai Ketua Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wilayah Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Baca Juga : Asnizarti, Bundo Kanduang yang Menjaga Minang di Sydney
Baca Juga : Yousfi B. Latif, Merawat Persatuan Diaspora Minang dari Sydney
Evi Susanti tiba langsung ke Studio Pro 4 RRI Jakarta, Rabu , 12 Agustus 2026, memaparkan perihal kegiatan lainnya di samping kegiatan yang bergerak didunia pendidikan, melalui acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba Lamak di Danga.
"Selain aktif di bidang pendidikan, sayapun turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Sejak 2023, saya dipercaya sebagai Ketua II UMKM DPP FKPKBM Indonesia dan sejak 2024 menjadi Pembina Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Wilayah Jakarta Utara. Bagi saya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, namun juga melalui pengalaman, kepedulian sosial, budaya, serta kemampuan masyarakat untuk terus belajar dan berkembang", Ujar Evi.
Evi juga menaruh perhatian besar terhadap maraknya berita hoaks yang dinilainya semakin meresahkan masyarakat. Menurutnya, edukasi yang berkesinambungan melalui media informasi yang terpercaya sangat diperlukan agar masyarakat mampu membedakan berita palsu dan informasi yang akurat. Masyarakat juga perlu membangun kesadaran dan berpikir kritis sehingga tidak mudah terpancing emosi oleh informasi yang beredar dan berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Baca Juga : Komunitas Peduli Anak Pesisir, Menyalakan Harapan dari Tepian Negeri
Baca Juga : Sedekah Hutan 2026, Merawat Alam lewat Budaya dan Kepedulian
Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan dalam perjalanan hidup Evi. Evi mengenang pesan orang tuanya yang selalu percaya pada cita-cita anak dan mengajarkan pentingnya bertanggung jawab atas setiap pilihan. Pesan itu sejalan dengan pituah Minangkabau yang ia pegang, “Anak dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan.” Ia juga mengingat pesan, “Tanak nasi, uwok lado, takana di hati taraso didado,” sebagai pengingat untuk tidak menunda pekerjaan, disiplin terhadap waktu, dan terus berkarya. Bagi Evi, berita yang baik adalah berita yang memberi manfaat, menciptakan rasa aman dan tenang, memotivasi, serta menjadi jembatan untuk memperkuat kepedulian dan persatuan masyarakat.
Baca Juga : Teater Mantuli Hidupkan Legenda Sigalegale lewat Panggung Bahasa Isyarat
Baca Juga : Swara SeadaNya & Panji Laras Matangkan Sutasoma Project menuju Pentas
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....