Spirit Kakawin Sutasoma, Swara SeadaNya Berguru kepada Maestro Didik Nini Thowok
- 28 Jun 2026 14:18 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Swara SeadaNya ingin menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana menghidupkan nilai-nilai luhur dalam Kakawin Sutasoma, karya agung Mpu Tantular yang melahirkan semboyan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kelompok musik etnik dan musikalisasi puisi Swara SeadaNya terus mematangkan persiapan pementasan kolosal bertajuk Kakawin Sutasoma yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Dalam upaya memperkaya konsep artistik, kelompok yang digawangi Asep Rachman Muchlas, Gunawan Wicaksono, Theressa Rida, Indonesiana Ayuningtyas, Abrar Husin, Ayi Suminar, dan Dr. Ari Prasetiyo melakukan kunjungan budaya ke Omah Koleksi Didik Nini Thowok, museum pribadi sekaligus ruang kreatif milik maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok, di Yogyakarta, Sabtu 27 Jui 2026.
Kunjungan tersebut bukan sekadar wisata budaya, melainkan sebuah proses ngangsu kawruh atau berguru secara langsung kepada sang maestro. Swara SeadaNya ingin menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana menghidupkan nilai-nilai luhur dalam *Kakawin Sutasoma, karya agung Mpu Tantular yang melahirkan semboyan bangsa, *Bhinneka Tunggal Ika. Museum yang dipenuhi koleksi topeng dari berbagai negara, kostum pertunjukan, dan dokumentasi seni menjadi ruang inspirasi untuk memperkaya imajinasi dan konsep pementasan.

Baca Juga : Swara SeadaNya Perkuat Riset Naskah Nusantara lewat Dukungan Kadipaten Pakualam
Baca Juga : Swara SeadaNya Siapkan Karya Kreatif Berbasis Budaya Nusantara
Dalam pertemuan tersebut, Swara SeadaNya yang didampingi Pakar Kebudayaan Jawa FIB UI Dr. Turita Indah Setyani dan filolog Wulan Fitria membedah tiga unsur utama pertunjukan, yakni musik etnik, musikalisasi puisi, dan seni tari. Berbagai masukan diberikan oleh Didik Nini Thowok mengenai dramaturgi gerak, ekspresi, hingga penyatuan unsur visual agar pesan toleransi, pengorbanan, dan kemanusiaan dalam Kakawin Sutasoma dapat diterima oleh penonton masa kini tanpa kehilangan nilai filosofisnya.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi langkah penting dalam proses kreatif Swara SeadaNya. Mereka berharap pementasan mendatang tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang indah secara artistik, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang mampu membangkitkan kembali semangat persatuan melalui warisan sastra Nusantara. Proses belajar langsung dari seorang maestro menjadi bekal berharga dalam menyempurnakan karya yang memadukan musik, puisi, dan tari dalam satu kesatuan pertunjukan.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....