Jejak Maestro Menguatkan Langkah Penari Muda Depok

  • 20 Jul 2026 23:40 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Bagi sang maestro, tari bukan sekadar rangkaian koreografi, melainkan cara menyampaikan jiwa dan kebudayaan. Pembelajaran itu menjadi bekal penting bagi Nesia dalam membangun karakter dan kedalaman ekspresi di atas panggung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pertemuan antara penari muda asal Kota Depok, *Indonesiana Ayuningtyas Wicaksono, dengan maestro tari *Didik Nini Thowok menjadi momen berharga dalam perjalanan berkesenian. Dalam kunjungan kelompok musikalisasi puisi, musik etnik kontemporer, dan tari tradisional Swara SeadaNya ke kediaman sang maestro di Yogyakarta pada 27 Juni 2026, Indonesiana mendapat kesempatan menerima arahan langsung untuk menyempurnakan koreografi yang dipersiapkan bagi pementasan Swara SeadaNya pada September 2026.

Di hadapan Didik Nini Thowok, Indonesiana tidak hanya mempelajari teknik gerak tari. Penari muda yang akrab disapa Nesia itu juga diajak memahami bahwa setiap gerakan memiliki makna, rasa, dan nilai spiritual. Bagi sang maestro, tari bukan sekadar rangkaian koreografi, melainkan cara menyampaikan jiwa dan kebudayaan. Pembelajaran itu menjadi bekal penting bagi Nesia dalam membangun karakter dan kedalaman ekspresi di atas panggung.

(Foto: Humas Swara SeadaNya)

Baca Juga: Menjaga Tradisi, Melalui Dialog Budaya antara Swara SeadaNya dan Pakualaman

Baca Juga : Kelompok Teater Kami mempersembahkan sajian memukau bertajuk Sesuatu Ophelia

Pertemuan lintas generasi tersebut memperlihatkan semangat regenerasi seni tradisi Indonesia. Didik Nini Thowok, yang dikenal luas lewat karya-karya tari dwimuka dan eksplorasi seni lintas gender, melihat kesungguhan serta komitmen yang dimiliki Nesia. Di tengah derasnya arus budaya digital, dedikasi seorang remaja untuk mendalami tari tradisional menjadi harapan baru bagi keberlanjutan seni budaya Nusantara.

(Foto: Humas Swara SeadaNya)

Perjalanan berkesenian Nesia juga tidak berhenti pada panggung hiburan. Ia aktif menggunakan tari sebagai media menyuarakan nilai kemanusiaan, mulai dari membawakan Tari Ratu Graeni dalam aksi "Seniman Bersama Tempo" sebagai bentuk solidaritas terhadap kebebasan pers pada 2025, hingga berkolaborasi dengan musisi Ivan Nestorman dalam aksi kepedulian terhadap korban banjir bandang Sumatera. Sejak Oktober 2025, ia juga terlibat dalam proyek budaya bersama Swara SeadaNya dan para peneliti Universitas Indonesia untuk mengalihwahanakan naskah kuno Sutasoma menjadi pertunjukan musikalisasi puisi, musik etnik, dan tari tradisional.

(Foto: Humas Swara SeadaNya)

Bimbingan Didik Nini Thowok menjadi babak penting dalam perjalanan seni Indonesiana Ayuningtyas Wicaksono. Dari Kota Depok, ia terus menapaki jalan sebagai generasi muda yang tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga membawa pesan pelestarian budaya Indonesia. Melalui kerja keras, disiplin, dan kecintaannya pada tradisi, Nesia menjadi salah satu wajah muda yang menyalakan harapan bagi masa depan seni tari Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....