Duta Bahasa DKI Dorong Bahasa Indonesia Mendunia lewat Budaya

  • 20 Agt 2026 14:35 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Duta Bahasa DKI Jakarta 2026 mendorong bahasa Indonesia semakin dikenal dan digunakan di tingkat internasional.
  • Bahasa Indonesia dapat menjadi jembatan diplomasi budaya untuk memperkenalkan identitas, nilai, dan keragaman Indonesia kepada dunia.
  • Generasi muda memiliki peran penting melalui penggunaan bahasa Indonesia yang kreatif, komunikatif, dan relevan di ruang digital.

RRI.CO.ID, Jakarta: Pernahkah kita membayangkan, ketika seseorang dari luar negeri belajar bahasa Indonesia, sebenarnya ia sedang membuka pintu untuk mengenal Indonesia lebih dekat?

Bukan hanya mengenal kata dan kalimat, tetapi juga budaya, kebiasaan, nilai, bahkan rasa yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Gagasan tersebut mengemuka dalam program Beranda Asta Cita “Kita Indonesia” RRI Pro 1 Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026. Mengangkat tema “Dari Bahasa ke Rasa: Peran Duta Bahasa dalam Penginternasionalan Bahasa Indonesia”, dialog menghadirkan Duta Bahasa DKI Jakarta 2026, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti.

Dalam perbincangan yang dipandu Host Rouli Hutahaean tersebut, bahasa Indonesia dipandang memiliki potensi lebih besar dari sekadar alat komunikasi. Bahasa juga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Duta Bahasa memiliki peran penting dalam proses tersebut. Mereka tidak hanya memperkenalkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik, tetapi juga membawa pesan bahwa belajar bahasa Indonesia berarti memiliki kesempatan untuk mengenal Indonesia dari perspektif yang lebih dekat.

Dari sebuah kata, seseorang bisa mengenal sebuah kebiasaan. Dari sebuah ungkapan, bisa muncul rasa ingin tahu tentang budaya di baliknya. Dari situlah bahasa kemudian berkembang menjadi jembatan antarmanusia dan antarbudaya.

Di era globalisasi dan komunikasi digital, tantangan untuk mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia juga semakin besar. Penggunaan bahasa asing menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Namun, kondisi tersebut tidak harus dilihat sebagai ancaman. Justru, generasi muda dapat mengambil peran dengan menjadikan bahasa Indonesia tetap kreatif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Penginternasionalan bahasa Indonesia pun bukan berarti menutup diri dari bahasa lain. Sebaliknya, kemampuan berbahasa asing dapat menjadi modal untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Di sinilah konsep “dari bahasa ke rasa” menjadi penting. Bahasa tidak berhenti pada kata-kata, tetapi dapat menghadirkan kedekatan dan pemahaman terhadap sebuah bangsa.

Melalui dialog tersebut, pendengar diajak melihat bahwa memperkenalkan bahasa Indonesia ke dunia bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau lembaga kebahasaan. Masyarakat, khususnya generasi muda, juga dapat mengambil bagian melalui cara sederhana—menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, membuat konten kreatif, serta memperkenalkan budaya Indonesia di ruang digital.

Bahasa Indonesia pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana kita berbicara, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia ingin dikenal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....