Perbedaan UPS (Uninterruptible Power Supply) dan Stabilizer

  • 04 Jul 2024 20:29 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Pemasangan Stabilizer dan UPS Kita dapat memilih menggunakan Stabilizer atau UPS untuk menstabilkan tegangan listrik yang akan kita gunakan untuk menghidupkan peralatan elektronika kita, UPS memiliki keunggulan lebih dibandingkan stabilizer dikarenakan output tegangannya yang tetap stabil dibandingkan stabilizer, tetapi UPS memiliki harga jauh lebih mahal dibandingkan dengan Stabilizer, jadi tinggal disesuaikan dengan budget masing-masing.

Keuntungan menggunakan stabilizer atau UPS adalah peralatan elektronika kita akan tetap bekerja dalam kondisi normal dikarenakan supply tegangan yang tetap stabil tanpa ada fluktuasi yang sangat ekstrim, dampaknya adalah peralatan akan menjadi awet.

UPS dan stabilizer merupakan dua jenis perangkat yang berbeda, meskipun keduanya memiliki peran penting dalam menjaga kualitas daya listrik. Meskipun seringkali dianggap sama, sebenarnya ada perbedaan mendasar antara kedua perangkat tersebut.

Di lansir dari bhinneka.com UPS atau disebut juga dengan backup battery merupakan perangkat yang dapat memberikan cadangan energi listrik untuk sementara waktu saat terjadi gangguan pada supply listrik utama dari PLN, misalnya saja terjadi pemadaman listrik.

Dengan demikian, apabila terdapat pemadaman listrik, perangkat elektronik seperti komputer tetap dapat bekerja dan menyala. Hanya saja, waktu yang tersedia umumnya tidak lama dan hanya cukup bagi Anda untuk melakukan backup data dan mematikan perangkat elektronik dengan aman.

Jadi fungsi utama UPS adalah melindungi perangkat elektronik dari gangguan pada aliran Listrik. UPS memberikan sumber daya Listrik yang stabil dan tidak terganggu, meskipun sumber Listrik utama mengalami masalah atau mati total. Sehingga dengan adanya UPS, perangkat elektronik dirumah atau kantor tetap dapat berjalan dengan aman dan baik.

Stabilizer atau dikenal juga dengan sebutan Stavol (Stabilizer Voltage) merupakan perangkat yang berfungsi untuk menghindarkan terjadinya kerusakan pada komputer atau perangkat listrik lainnya, sebagai dampak jika suatu saat terjadi lonjakan tegangan listrik yang membuat aliran listrik menjadi kurang atau tidak stabil.

Penggunaan stabilizer atau stavol ini biasanya banyak digunakan oleh pengguna komputer misalnya, untuk mencegah kerusakan pada komponen CPU seperti motherboard akibat adanya lonjakan tegangan listrik saat komputer sedang menyala

Stabilizer menjadi perangkat yang penting terutama untuk digunakan di lingkungan di mana tegangan listrik fluktuatif, penggunaan stabilizer dapat mencegah kerusakan peralatan dan memastikan kinerja yang konsisten.

Meskipun memiliki perbedaan fungsi utama , UPS dan stabilizer sering digunakan secara bersamaan hal ini dikarenakan UPS juga membutuhkan stabilizer sebagai alat pelengkapnya agar dapat memberikan sumber daya Listrik yang stabil dan aman. Stabilizer juga berguna untuk melindungi UPS dari kerusakan karena tegangan Listrik yang tidak stabil.

Dalam memilih antara UPS dan Stabilizer , perlu diperhatikan kondisi sumber daya Listrik dilingkungan sekitar. Jika sering terjadi mati lampu atau sumber daya listrik tidak stabil , maka UPS lebih disarankan. Namun jika tegangan listrik cukup stabil , stabilizer dapat menjadi pilihan yang lebih ekonomis.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....