Keju Tulum: Cita Rasa Khas dan Manfaat Kesehatan dari Turki
- 10 Jun 2024 07:29 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Keju tulum, keju tradisional Turki yang terkenal dengan cita rasa khas dan proses pembuatannya yang unik. Dibuat dari susu kambing atau domba dan dibungkus dalam kulit kambing.
Keju yang menawarkan aroma dan rasa istimewa yang sulit ditandingi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu dan pertama kali dibuat oleh para penggembala di daerah pegunungan Turki. Dalam tradisi mereka, susu yang diperah segera diolah menjadi keju untuk mencegah pembusukan.
Nama "tulum" berasal dari cara pembuatannya yang khas, di mana keju ini difermentasi dan disimpan dalam kulit kambing. Keju ini biasanya diproduksi di wilayah Anatolia Timur dan Tengah, termasuk Erzincan, Izmir, dan Tunceli.
Proses pembuatan keju tulum dimulai dengan memanaskan susu, kemudian ditambahkan rennet untuk mengentalkannya yang disebut curd. Setelah itu, dipotong dan dimasak hingga teksturnya tepat.
Curd yang sudah dipadatkan ini diperas untuk menghilangkan air, lalu dicampur dengan garam. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam kulit kambing yang sudah dibersihkan dan ditutup rapat, berlangsung antara tiga hingga enam bulan. .
Proses pematangan dalam kulit kambing juga berkontribusi pada karakteristik rasa dan aroma unik dari keju ini. Proses ini memberikan keju tulum aroma dan rasa yang khas, berkat interaksi antara keju dan kulit kambing.
Keju tulum memiliki tekstur lembut namun rapuh dan sering digunakan dalam hidangan tradisional Turki. Kandungan nutrisinya cukup tinggi, dengan protein dan kalsium yang baik untuk kesehatan tulang.
Menurut Dr. Ahmet Yılmaz, ahli gizi dari Universitas Hacettepe, Ankara, keju tulum mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan. "Keju tulum kaya akan protein, kalsium, dan vitamin B12, yang semuanya penting untuk kesehatan tulang dan fungsi saraf," ujarnya.
Prof. Dr. Fatma Kaya, pakar mikrobiologi pangan dari Universitas Ege, Izmir, menambahkan bahwa keju tulum memiliki manfaat tambahan berkat kandungan probiotiknya. Proses fermentasi yang unik menghasilkan mikroorganisme yang baik untuk usus, membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....