Ubur-Ubur: Keindahan Laut yang Menyimpan Bahaya Tersembunyi
- 10 Jun 2024 10:23 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Ubur-ubur merupakan makhluk laut yang telah ada selama lebih dari 500 juta tahun dan memainkan peran penting dalam ekosistem laut. Namun, di balik keindahannya, ubur-ubur menyimpan bahaya tersendiri karena sebagian besar spesiesnya memiliki racun.
"Sebagian besar ubur-ubur memang beracun, namun tingkat racunnya bervariasi. Beberapa hanya menyebabkan iritasi ringan, sementara yang lainnya bisa mematikan," kata Dr. Lisa Gershwin, seorang ahli biologi kelautan dari CSIRO, Australia.
Racun ubur-ubur berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi diri dari predator, tetapi juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada manusia. Racun ubur-ubur dapat memicu reaksi alergi yang bervariasi pada setiap individu, mulai dari gatal-gatal hingga reaksi yang lebih serius seperti kesulitan bernapas.
Seorang ahli toksikologi kelautan di University of Hawaii,Dr. Bill Burnett,menjelaskan, ubur-ubur berkembang biak melalui dua fase dalam siklus hidupnya, fase medusa (dewasa) dan fase polip (anakan). Mereka memiliki kemampuan unik untuk kembali ke tahap polip setelah mencapai kedewasaan.
Untuk spesies Turritopsis dohrnii, atau yang dikenal sebagai "ubur-ubur abadi" dimana secara teoritis dapat hidup selamanya. Meskipun ada beberapa spesies ubur-ubur hanya hidup selama beberapa bulan.
Beberapa spesies ubur-ubur sangat beracun, seperti box jellyfish (Chironex fleckeri), yang bisa menyebabkan kematian dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani.
"Jika tersengat ubur-ubur, langkah pertama adalah membilas area yang terkena dengan cuka untuk menonaktifkan nematosista. Jangan gunakan air tawar karena dapat memperburuk kondisi," saran Dr. Burnett.
Fakta menarik lainnya tentang ubur-ubur adalah mereka tidak memiliki otak, hati, atau tulang. Namun mereka memiliki sistem saraf sederhana dan dapat bercahaya dalam gelap, sebuah fenomena yang dikenal sebagai bioluminesensi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....