Arrester Dan Fungsinya

  • 05 Jun 2024 14:10 WIB
  •  Samarinda


KBRN Samarinda : Arrester atau biasa disebut lightning arrester adalah suatu alat pelindung bagi peralatan sistem tenaga listrik terhadap surja petir (surge). Alat pelindung terhadap gangguan surya ini berfungsi melindungi peralatan system tenaga listrik dengan cara membatasi surya tegangan lebih yang datang dan mengalirkannya ke tanah.

Dilansir dari penangkalpetirbandung88.com Faktor internal meliputi kurang baiknya peralatan atau komponen gardu induk itu sendiri sedangkan faktor eksternal seperti terjadinya human error atau juga bisa karena adanya fenomena alam seperti angin, petir, gempa, gunung meletus, banjir, dan lain sebagainya.

Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan karena faktor alam tersebut, maka sistem proteksi pada gardu induk harus dilengkapi dengan alat proteksi yang namanya adalah Lightning Arrester. Lightning Arrester merupakan alat pelindung yang paling sempurna. Arrester ini sering juga disebut dengan surge diverte.

Apa itu Arrester ?

Arrester atau penangkap petir adalah peralatan pengaman instalasi sistem tenaga listrik atau gardu induk dari gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir (lightning surge) maupun oleh surya hubung (switching surge).

Arrester bekerja dengan cara membatasi switching dan lonjakan petir yang kemudian lojakan petir tersebut dialirkan ke tanah.

Cara kerja Arrester

Pada umumnya pemasangan arrester untuk melindungi dari lonjakan petir dikerjakan pada setiap ujung saluran udara tegangan tinggi yang memasuki gardu induk. Dengan perancangan yang baik dan benar, arrester akan bekerja dengan baik. Secara sederhana prinsip kerja dari arrester yaitu:

  • Dalam keadaan normal, arrester akan berlaku sebagai isolator
  • Saat timbul tegangan surja, arrester akan berubah menjadi konduktor yang tahanannya relatif rendah, sehingga dapat menyalurkan arus yang tinggi ke tanah. Setelah tegangan surja hilang, arrester akan dengan cepat berubah kembali menjadi isolator, sehingga pemutus daya tidak sempat membuka.

Cara kerjanya, arrester membentuk jalan sehingga arus kilat atau petir akan melaluinya dengan mudah, dan oleh karena itu arrester dapat mengurangi tegangan tinggi pada peralatan gardu induk. By pass atau jalan pintas tersebut harus sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu aliran arus dayanya.

Menempatkan Arrester yang baik

Penempatan arrester diletakkan sedekat mungkin dengan peralatan yang akan dilindungi. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, seperti bertujuan untuk memperoleh kawasan perlindungan yang lebih baik, maka ada kalanya arrester ditempatkan dengan jarak tertentu dari peralatan transformator (trafo) yang dilindungi.

Secara prinsip jarak arrester dengan trafo yang dilindungi dapat berpengaruh terhadap besarnya tegangan yang tiba pada trafo.

Jika jarak penempatan arrester terlalu jauh atau di luar radius kerja proteksi, maka sistem tenaga listrik tidak telindungi dengan baik karena tegangan yang tiba pada trafo dapat melebihi tegangan yang dapat dipikulnya.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk menentukan jarak maksimum yang diijinkan antara arrester dan peralatan yang dilindungi. Salah satu metode yang sering dipakai adalah metode pantulan berulang.

Metode pantulan berulang ini merupakan metode pendekatan yang dapat digunakan untuk mengamati jejak dari pemantulan gelombang surja sehingga dapat ditentukan jarak maksimum lighting arrester dan peralatan gardu induk. Selain itu, metode ini juga digunakan untuk menentukan panjang maksimum dari kabel penghubung peralatan dengan saluran transmisi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....