Ruwatan Tradisi Spiritual yang Tetap Eksis di Era Digital
- 08 Sep 2025 14:48 WIB
- Jember
KBRN, Lumajang: Tradisi ruwatan masih menunjukkan eksistensinya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Hal tersebut tampak dalam gelaran ruwatan massal tahun 2025 yang berlangsung di Alun-alun Lumajang.
Ketua SABDAAJI Kabupaten Lumajang, Sarwo Darmono, menyampaikan bahwa ruwatan sebagai bagian dari budaya spiritual masyarakat Jawa kini menghadapi tantangan besar. “Tantangan eksistensi ruwatan tidak hanya sebatas globalisasi dan teknologi media massa saja, namun perubahan gaya hidup juga membuat masyarakat lebih fokus pada kehidupan sehari-hari dan kurang memperhatikan tradisi spiritual,” ungkapnya.
Meski demikian, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini justru terus meningkat. Ruwatan massal yang telah digelar untuk kelima kalinya ini diikuti oleh 65 peserta dari 48 KK, tidak hanya dari Lumajang, tetapi juga dari Malang, Jember, hingga Nganjuk. Menariknya, bagi masyarakat dari luar daerah yang berhalangan hadir secara langsung, mereka tetap bisa berpartisipasi dengan cara mengirimkan potongan rambut serta pakaian layak pakai.
Sarwo Darmono menambahkan, pihaknya hanya berperan sebagai fasilitator, sementara dukungan penuh datang dari masyarakat. “Yang lebih menggembirakan, pesertanya terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa nilai spiritual dan budaya dalam ruwatan masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam penutupannya, ia berharap pelestarian ruwatan dapat dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai spiritual, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan komunitas dengan dukungan semua pemangku kepentingan.
Rangkaian acara ruwatan tahun ini juga dilengkapi dengan pagelaran wayang kulit. Pada pagi hari ditampilkan lakon Murwokolo, sementara malam harinya dipentaskan lakon Wahyu Katentreman yang diiringi karawitan Guyub Rukun PWRI serta Karawitan Sekar Arum Kabupaten Lumajang.
Tradisi ruwatan ini diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas lokal dan menjaga harmoni kehidupan masyarakat di tengah tantangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....