Filosofi Buddha Tidur di Vihara
- 08 Jan 2026 16:56 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Langkah kaki saya menyusuri area Vihara Jin Gan Shan di kawasan Gunung Kijang berhenti pada sebuah diorama kaca yang menampilkan patung Buddha tidur.Dalam keheningan vihara, patung itu seakan berbicara tentang makna hidup, ketenangan, dan akhir perjalanan manusia.Patung Buddha tidur di Vihara Jin Gan Shan tidak hanya satu, melainkan beberapa unit yang ditempatkan secara terpisah.Masing-masing patung berada dalam satu diorama kaca yang tertata rapi dan terjaga kesakralannya.
Buddha tidur atau Reclining Buddha menggambarkan posisi Sang Buddha saat mencapai Parinirwana.Parinirwana merupakan kondisi terbebas sepenuhnya dari penderitaan, kelahiran kembali, dan keterikatan duniawi.
Filosofi tersebut merujuk pada ajaran dalam Kitab Mahaparinibbana Sutta, bagian dari Tipitaka dalam tradisi Buddhisme Theravada.Kitab ini memuat kisah detik-detik terakhir Sang Buddha sekaligus pesan moral tentang ketenangan dan kebijaksanaan hidup.
Baca Juga : Bangkok-nya Tanjungpinang di Gunung Kijang
Posisi Buddha yang berbaring miring ke kanan dengan kepala bertumpu pada tangan melambangkan ketenteraman batin.Sikap ini juga dimaknai sebagai kesiapan menghadapi kematian tanpa rasa takut maupun penyesalan.
Penempatan patung dalam diorama kaca menghadirkan ruang refleksi bagi pengunjung.Setiap orang dapat merenung secara personal tanpa gangguan, seolah diajak berdialog dengan nilai spiritual yang disampaikan.
Saat berjalan berkeliling vihara, patung Buddha tidur menghadirkan suasana kontemplatif yang kuat.Keheningan tersebut menjadi pengingat bahwa hidup tidak hanya tentang awal dan proses, tetapi juga tentang akhir yang dijalani dengan kebijaksanaan.
Melalui kehadiran patung Buddha tidur, Vihara Jin Gan Shan tidak sekadar menjadi tempat ibadah.Vihara ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi spiritual dan wisata religi yang sarat makna filosofis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....