Polresta Malang Perkuat Polisi RW Tangkal Provokasi
- 16 Sep 2025 12:19 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Polresta Malang Kota memperkuat sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dengan memaksimalkan peran Polisi RW untuk mencegah gangguan kamtibmas hingga tingkat paling kecil. Langkah ini menyasar potensi kerawanan, termasuk penyebaran isu provokatif dan informasi palsu yang bisa memecah belah masyarakat.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto menjelaskan, Polisi RW secara intens turun ke pemukiman untuk pembinaan sekaligus mendampingi warga.
“Polisi RW sebagai mitra masyarakat menjaga lingkungan, membangun komunikasi, memberi pemahaman tentang potensi gangguan kamtibmas, dan mengajak warga peka terhadap kondisi sekitar,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Kota Malang memiliki 557 RW di 57 kelurahan pada lima kecamatan. Sekitar 614 personel Polisi RW dan Bhabinkamtibmas bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari. Skema ini diharapkan membuat warga tidak mudah terpengaruh isu atau kabar tanpa sumber jelas.
Yudi mengimbau warga segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau provokasi. “Laporan bisa disampaikan ke Polisi RW, Bhabinkamtibmas, layanan cepat 110, atau Jogo Malang Presisi via WhatsApp 0811-3780-2000 agar akses warga ke polisi lebih mudah,” tegasnya.
Setiap laporan yang masuk, lanjutnya, akan diteruskan oleh Polisi RW ke Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan sehingga penanganan berjalan cepat dan terarah. “Dengan pola komunikasi yang baik, potensi gangguan bisa segera direspons sebelum berkembang,” katanya.
Selain memperkuat Polisi RW, Polresta Malang Kota bersama Forkopimda rutin melaksanakan patroli skala besar siang maupun malam. Patroli KRYD juga digelar untuk mengantisipasi kerawanan, termasuk pascademonstrasi akhir Agustus 2025.
Yudi berharap warga aktif menjaga lingkungannya dengan menghidupkan kembali Siskamling. “Dengan Polisi RW, masyarakat terbiasa melapor jika menjumpai potensi gangguan keamanan,” jelasnya.
Polresta Malang Kota optimistis peran ini mampu mempersempit ruang gerak kriminalitas, provokasi, dan informasi palsu. “Soliditas polisi dan warga menjadi kunci menjaga Kota Malang tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....