Bahaya Sikap Julid dalam Kehidupan Seorang Muslim

  • 14 Nov 2025 07:17 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Di era digital ini, perilaku julid telah menjadi fenomena yang semakin marak di masyarakat. Banyak orang yang dengan mudah menyindir atau mengkritik kekurangan orang lain, terutama di media sosial, tanpa menyadari dampaknya. Ustaz KH. M. Khozin, di acara Mutiara Pagi RRI Pro 1 Samarinda menegaskan bahwa julid adalah salah satu perilaku tercela yang dapat merusak hati dan hubungan antar sesama.

Menurutnya, julid berawal dari rasa iri hati atau hasad terhadap keberhasilan orang lain. "Perasaan iri ini, meskipun tampak sepele, bisa menjadi pintu bagi terjadinya ghibah dan namimah, yang keduanya sangat dilarang dalam ajaran Islam," katanya. Dalam hal ini, lisan menjadi salah satu alat yang paling sering digunakan untuk mengekspresikan perasaan tersebut.

Lebih lanjut, Ustaz KH. M. Khozin mengingatkan bahwa Al-Qur’an dalam Surat Al-Ahzab ayat 70-71 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,. niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung."

Dalam ayat tersebut Allah dengan tegas mengajarkan agar setiap Muslim menjaga perkataan dan selalu berkata benar. "Allah berjanji akan memperbaiki amal kita dan mengampuni dosa-dosa jika kita menjaga lisan dan berbuat baik," katanya. Oleh karena itu, menjaga ucapan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas takwa seorang muslim.

Tidak hanya dalam kehidupan nyata, kebiasaan julid ini juga sering ditemukan di dunia maya. Media sosial yang seharusnya menjadi wadah untuk berbagi kebaikan, justru banyak dipenuhi oleh sindiran dan komentar negatif terhadap orang lain. Ustaz KH. M. Khozin menilai hal ini sangat merugikan karena bisa menimbulkan perpecahan dan kebencian.

Salah satu alasan mengapa julid dilarang dalam Islam adalah karena sering kali berhubungan dengan perbuatan ghibah. "Meskipun terlihat ringan, menggunjing orang lain sama sekali tidak boleh dilakukan, baik itu dalam bentuk ucapan atau tulisan di media sosial," ujarnya. Menurutnya, ghibah merupakan dosa besar yang dapat merusak persaudaraan sesama umat muslim.

Selanjutnya, perilaku julid dapat berkembang menjadi namimah, yang lebih berbahaya karena dapat menyebabkan fitnah dan adu domba. "Jika kita menyebarkan informasi buruk atau negatif tentang seseorang, itu bisa merusak hubungan bahkan menghancurkan silaturahmi," kata Ustaz Khozin. Oleh karena itu, menjaga lisan dan tidak menyebarkan fitnah adalah kewajiban setiap muslim.

Ustaz KH. M. Khozin menekankan pentingnya menjaga lisan dan menahan diri dari perilaku julid untuk meraih rida Allah. "Mari kita jadikan hidup ini lebih bermakna dengan berbuat baik dan menjaga hubungan yang harmonis antar sesama," ucapnya. Menjaga lisan adalah langkah nyata dalam meningkatkan takwa dan menghindari dosa besar dalam Islam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....