Deep Sleep untuk Kualitas Istirahat yang Optimal
- 14 Agt 2025 10:12 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Deep sleep atau tidur nyenyak merupakan fase tidur terdalam yang berperan penting dalam memulihkan energi tubuh serta menjaga kesehatan mental. Pada fase ini, otak dan tubuh benar-benar beristirahat, hormon diproduksi secara optimal, dan seseorang akan bangun dengan perasaan lebih segar. Sebaliknya, jika tidur tidak mencapai fase ini, tubuh dapat tetap terasa lelah meskipun durasi tidur tergolong panjang.
Menurut dr. Eka Yuni Nugrahayu, Sp.KJ, tidur memiliki beberapa fase yang menentukan kualitas istirahat seseorang. “Kadang kita merasa sudah tidur, tapi kok rasanya seperti belum. Itu berarti kita hanya berada di fase awal NREM 1 atau tidur ayam, di mana kita masih bisa mendengar atau merespons aktivitas sekitar,” ujar dr. Eka dalam program Tonight Corner Health di Pro 2 RRI Samarinda, Selasa (12/08/2025).
Ia menyebutkan, bahwa deep sleep biasanya terjadi dua hingga tiga kali dalam satu malam dan sering kali ditandai dengan mulai bermimpi. Tanpa fase ini, kualitas tidur menurun, sehingga seseorang dapat merasa lelah saat bangun. “Biasanya dalam satu malam terjadi dua sampai tiga siklus untuk mencapai deep sleep. Kalau tidak sampai di fase itu, bangunnya bukan terasa segar, malah capek. Deep sleep itu penting karena menentukan kualitas tidur,” katanya.
Untuk membantu tubuh mencapai tidur nyenyak, psikiater di Rumah Sakit Hermina Samarinda itu menyarankan agar tidak mengonsumsi kopi atau kafein tiga hingga empat jam sebelum tidur karena dapat mengganggu produksi hormon melatonin. Suasana kamar yang sedikit gelap juga dianjurkan untuk merangsang produksi hormon ini. “Meskipun ada orang yang tidak suka ruangan agak gelap, dari tinjauan medis, pencahayaan yang redup sangat disarankan agar tubuh bisa memproduksi melatonin dan membuat tidur lebih nyaman,” ucap dr. Eka.
Selain itu, bagi individu yang kerap merasa cemas atau mengalami overthinking, latihan relaksasi sebelum tidur dapat membantu menenangkan pikiran. “Overthinking itu kan pikirannya ke mana-mana, tidak fokus. Relaksasi membuat perhatian kita menyempit ke pernapasan, harapannya tubuh dan pikiran jadi lebih rileks dan bisa tidur nyenyak,” ujarnya.
Siklus tidur sendiri terdiri atas empat tahapan, yaitu NREM fase 1, NREM fase 2, NREM fase 3, dan REM (Rapid Eye Movement). Menurut dr. Eka, melewati keempat fase ini secara utuh akan membantu memperbaiki fungsi otak serta mendukung kesehatan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....