Rambak Pisang Al-Mubarok Angkat Potensi Lumajang
- 29 Des 2025 10:33 WIB
- Jember
KBRN, Lumajang: Di tengah gempuran camilan instan yang serba cepat dan penuh tambahan bahan kimia, sebuah usaha kecil dari Kecamatan Rowokangkung, Lumajang, memilih berjalan di jalur yang berbeda. Rambak Pisang Al-Mubarok hadir membawa kesederhanaan, kejujuran rasa, dan komitmen pada bahan alami.
Di balik produk ini, ada sosok Indri akrab disapa Naning yang merintis usaha dengan keyakinan bahwa cita rasa alami tidak pernah kehilangan peminat. Ia mengolah pisang lokal menjadi camilan renyah tanpa pengawet dan tanpa pemanis buatan, mempertahankan manis asli dari buah pisang matang berkualitas.
“Sejak awal, saya ingin membuat camilan yang aman dikonsumsi keluarga. Manisnya harus benar-benar dari pisang, bukan dari tambahan apa pun,” tutur Naning saat ditemui di tempat produksinya, Kamis (18/12/2025).
Komitmen pada kualitas itu dimulai dari pemilihan bahan baku. Pisang yang digunakan Rambak Pisang Al-Mubarok diperoleh langsung dari petani mitra di wilayah Lumajang bagian selatan. Kerja sama ini bukan sekadar urusan pasokan, tetapi juga wujud kepedulian pada keberlangsungan ekonomi petani lokal.
“Dengan mengambil langsung dari petani, kualitas pisang lebih terjaga. Di sisi lain, petani juga merasa terbantu karena hasil panennya punya pasar yang jelas,” ujarnya.
Proses produksi dilakukan secara bertahap dan teliti untuk menjaga tekstur renyah serta rasa alami. Hasilnya adalah rambak pisang yang ringan, gurih, dan manis alami camilan sederhana yang mampu menghadirkan rasa nostalgia sekaligus kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan yang lebih sehat.
Meski mengedepankan kualitas, Rambak Pisang Al-Mubarok tetap dipasarkan dengan harga yang ramah. Produk ini dijual secara grosir atau lepas seharga Rp85 ribu per kilogram, sementara kemasan ritel 250 gram dibanderol Rp23 ribu, menjadikannya mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Kini, dari sebuah rumah produksi di Jl. Soekartiyo 175, Nogosari, Rowokangkung, Rambak Pisang Al-Mubarok perlahan menembus pasar yang lebih luas. Usaha ini menjadi cerminan semangat UMKM Lumajang: tumbuh dari potensi lokal, memberi nilai tambah bagi petani, dan menghadirkan produk yang jujur pada rasa.
Di tangan pelaku UMKM seperti Naning, pisang bukan sekadar buah, melainkan harapan bahwa dari desa, dengan ketekunan dan kepercayaan pada kualitas lokal, lahir produk yang mampu bersaing dan memberi manfaat bagi banyak orang. (Kominfo-lmj/Ard)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....