Film Infinite Dikritik, Visual Saja Tak Cukup
- 30 Jun 2025 09:12 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Film Infinite karya sutradara Antoine Fuqua mengangkat tema reinkarnasi dan identitas melalui tokoh utama Evan McCauley yang diperankan oleh Mark Wahlberg. Ia dihantui oleh ingatan yang tidak dikenalnya, yang kemudian diketahui sebagai kenangan dari kehidupan masa lalunya. Evan lalu bertemu kelompok rahasia bernama "Infinites", sekelompok orang yang mampu mengingat seluruh reinkarnasi mereka. Film ini diadaptasi dari novel The Reincarnationist Papers karya D. Eric Maikranz.
Dikutip dari Metacritic.com, film ini mendapat sambutan negatif dari banyak kritikus meskipun membawa konsep menarik tentang kehidupan yang terus berulang. Rotten Tomatoes mencatat rating 17% dari 82 ulasan, dengan kritik utama diarahkan pada plot yang membingungkan dan pendekatan narasi yang kurang matang. Metacritic memberikan skor 28/100, mempertegas penerimaan buruk film ini di kalangan pengulas profesional. Beberapa menyebut film ini lebih fokus pada aksi dibandingkan pendalaman karakter dan logika cerita.
Mark Wahlberg dikritik karena penampilan yang dinilai kurang bersemangat, sementara Chiwetel Ejiofor yang memerankan tokoh antagonis justru tampil terlalu teatrikal. Kritikus dari The Guardian menyebut film ini seperti gabungan lemah dari The Matrix dan Inception, tapi tanpa kedalaman dan gaya khas kedua film tersebut. Sutradara Antoine Fuqua dinilai gagal mengarahkan potensi besar dari cerita novel menjadi tontonan yang solid di layar lebar.
Namun begitu, masih ada penonton yang menilai film ini menghibur secara visual. Beberapa adegan aksi dan efek spesial dianggap cukup spektakuler dan menyenangkan untuk dinikmati tanpa perlu berpikir terlalu dalam. Sejumlah ulasan di Rotten Tomatoes dari penonton umum mengakui film ini bisa menjadi "guilty pleasure" dengan premis menarik meski eksekusinya kurang sempurna.
Secara keseluruhan, Infinite adalah film fiksi ilmiah dengan ambisi besar namun gagal dalam eksekusi. Konsep reinkarnasi dan konflik antar jiwa-jiwa abadi sebenarnya memiliki potensi menarik, tetapi tidak dikembangkan dengan baik. Film ini lebih cocok untuk penonton yang mencari hiburan aksi ringan ketimbang cerita mendalam yang memancing refleksi. Sebuah tontonan yang mengandalkan efek visual namun kurang substansi di baliknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....