Erupsi Anak Krakatau: Delapan Bandara Ditutup, Beberapa Sekolah Mulai Terapkan PJJ
- 07 Sep 2026 00:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam 4 September 2026, membawa dampak luas.
- Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan terus meluas sepanjang Minggu 6 September 2026.
- Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai diterapkan di sejumlah sekolah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai diterapkan di sejumlah sekolah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan sekaligus menjaga keselamatan peserta didik.
Di Jakarta, seluruh satuan pendidikan mulai menerapkan PJJ pada Senin 7 September 2026. Kebijakan berlaku sampai pemberitahuan berikutnya berdasarkan perkembangan kondisi udara dan sebaran abu vulkanik.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan kegiatan belajar tetap berjalan selama PJJ berlangsung. Sekolah diminta menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, sementara pembelajaran dilakukan dari rumah,” ujar Nahdiana.
Sementara di Banten, PJJ diberlakukan bagi SMA, SMK, dan Sekolah Khusus negeri maupun swasta. Pembelajaran dari rumah berlangsung mulai Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026.
Kabupaten Pandeglang juga menerapkan pembelajaran dari rumah pada periode 7–9 September 2026. Kebijakan tersebut mencakup PAUD, SD, SMP, hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.
"Status siaga gunung berapi yang menyebarkan debu berbahaya memaksa pemerintah daerah melindungi kesehatan para peserta didik. Kebijakan belajar dari rumah ini berlaku besok, Senin, 7 September 2026," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, Sutoto kepada media, Minggu, 6 September 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan sekolah dapat menyesuaikan pembelajaran sesuai tingkat dampak erupsi. Wilayah dengan paparan berat diperbolehkan memindahkan kegiatan belajar menuju sistem daring atau lokasi yang lebih aman.
“Di daerah yang terdampak berat, pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah secara daring. Bisa juga dilaksanakan di tempat tertentu yang aman,” kata Mu'ti.
Penerapan PJJ juga berdampak terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis pada sekolah terdampak. Operasional program tersebut disesuaikan sementara mengikuti kebijakan pembelajaran pada masing-masing wilayah.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar distribusi makanan tidak berjalan tanpa kehadiran peserta didik di sekolah. Pelaksanaan normal akan kembali dilakukan ketika pembelajaran tatap muka dinyatakan aman.
Selama status Siaga masih berlaku, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan tetap dianjurkan pada wilayah terdampak abu vulkanik.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan dampak erupsi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dari penerbangan hingga pendidikan, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang diambil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....