Erupsi Anak Krakatau: Delapan Bandara Ditutup, Beberapa Sekolah Mulai Terapkan PJJ
- 07 Sep 2026 00:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam 4 September 2026, membawa dampak luas.
- Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan terus meluas sepanjang Minggu 6 September 2026.
- Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai diterapkan di sejumlah sekolah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan terus meluas sepanjang Minggu 6 September 2026. Hingga pembaruan terbaru, pada Minggu 6 September 2026 pukul 18.00 WIB, sebanyak delapan bandara ditutup sementara hingga pukul 24.00 WIB akibat sebaran abu vulkanik.
Delapan bandara tersebut mencakup Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Husein Sastranegara. Empat lainnya adalah Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan keputusan diambil setelah koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Informasi BMKG menunjukkan arah angin berubah dari barat menuju timur pada ketinggian 15.000 kaki.
“Setelah koordinasi, kami memutuskan delapan bandara ditutup sampai pukul 24.00 WIB. Kondisinya akan kembali kami lihat tengah malam nanti,” ujarnya kepada media di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 6 September 2026.
Dudy mengatakan abu bergerak ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15.000 kaki. Perubahan tersebut dikhawatirkan memperluas sebaran abu menuju wilayah bandara lainnya.
“Kami khawatir sebarannya semakin melebar. Karena itu, penutupan sementara kami putuskan sampai pukul 24.00 WIB,” katanya.
Penutupan bandara tersebut tidak terjadi secara bersamaan, melainkan bertambah mengikuti hasil pemantauan abu di masing-masing wilayah. Pada tahap awal, gangguan lebih dahulu terjadi di Bandara Soekarno-Hatta setelah paper test menunjukkan hasil positif.
Setelah itu, penutupan meluas menjadi lima bandara dengan tambahan Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Budiarto Curug, dan Pondok Cabe. Husein Sastranegara kemudian ikut ditutup sehingga jumlah bandara terdampak bertambah menjadi enam.
Perkembangan berikutnya membuat dua bandara lain di Sumatera ikut menghentikan sementara operasional penerbangan. Taufik Kiemas dan Atung Bungsu menjadi tambahan terakhir sehingga jumlah keseluruhan mencapai delapan bandara.
Pemerintah kemudian memperpanjang penutupan delapan bandara tersebut hingga pukul 24.00 WIB. Keputusan itu diambil setelah pemantauan terbaru menunjukkan abu vulkanik masih memengaruhi ruang udara penerbangan.
Dudy mengatakan, pemantauan terhadap bandara- bandara kini dilakukan lebih intensif selama penutupan sementara berlangsung. Paper test dilakukan setiap 30 menit untuk melihat perkembangan sebaran abu.
“Setiap setengah jam kami melakukan paper test di seluruh bandara. Terutama bandara yang berada pada arah timur,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....