Erupsi Anak Krakatau: Delapan Bandara Ditutup, Beberapa Sekolah Mulai Terapkan PJJ
- 07 Sep 2026 00:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam 4 September 2026, membawa dampak luas.
- Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan terus meluas sepanjang Minggu 6 September 2026.
- Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai diterapkan di sejumlah sekolah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah bandara alternatif menyusul penutupan enam bandara akibat abu Anak Krakatau. Bandara alternatif tersebut disiapkan untuk mengantisipasi pengalihan penerbangan selama operasional belum kembali normal.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengalihan penerbangan sebenarnya telah diproses sejak gangguan terjadi. Namun, keputusan pemindahan penerbangan tetap diserahkan kepada masing-masing maskapai.
“Ini sebenarnya sudah kami lakukan dengan melakukan pengalihan di beberapa bandara. Namun, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak airlines,” ujarnya.
Menurut Dudy, pemerintah memastikan bandara tujuan alternatif siap menerima penerbangan yang dialihkan. Kesiapan tersebut tidak hanya menyangkut fasilitas bandara, tetapi juga konektivitas transportasi penumpang.
“Kami memastikan bahwa bandara alternatif itu siap. Bukan hanya bandaranya, tetapi juga menyiapkan transportasi konektivitasnya,” katanya.
Sejumlah bandara telah disiapkan sebagai pilihan apabila maskapai melakukan pengalihan penerbangan. Bandara tersebut meliputi:
- Bandara Kertajati, Jawa Barat
- Bandara di Semarang
- Bandara Juanda, Surabaya
- Bandara di Yogyakarta
“Semarang, Juanda, juga Jogja kami siapkan sebagai alternatif. Sejauh ini bandara-bandara tersebut aman,” ucap Dudy.
Kertajati, kata dia, juga masih memungkinkan digunakan karena hasil pemeriksaan abu vulkanik menunjukkan negatif. Bandara tersebut belum masuk dalam enam bandara yang ditutup sementara.
Dudy mengatakan dua pesawat Garuda dari Madinah dan Jeddah juga diarahkan mendarat di Kertajati. Kedua penerbangan tersebut membawa jemaah yang kembali dari perjalanan umrah.
Pengalihan penerbangan tetap mempertimbangkan kesiapan maskapai serta kebutuhan perjalanan penumpang. Pemerintah juga menyiapkan akses transportasi apabila penumpang harus melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.
“Penumpang mungkin harus menggunakan transportasi lain untuk kembali ke rumah masing-masing. Karena itu, konektivitasnya juga harus kami siapkan,” ujarnya.
|
Selanjutnya,
Kemenhub Perketat Pemantauan Pelayaran Selat Sunda
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....