Erupsi Anak Krakatau: Delapan Bandara Ditutup, Beberapa Sekolah Mulai Terapkan PJJ

  • 07 Sep 2026 00:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam 4 September 2026, membawa dampak luas.
  • Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan terus meluas sepanjang Minggu 6 September 2026.
  • Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai diterapkan di sejumlah sekolah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pemantauan pelayaran di Perairan Selat Sunda. Hal ini menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada pada Level III atau Siaga.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran tetap terjaga. “Hal ini sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran tetap terjaga,” ujar Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha dalam keterangan tertulis, Minggu 6 September 2026.

Pemantauan dilakukan menyusul potensi bahaya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Mulai dari letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, hingga gangguan terhadap keselamatan navigasi.

Kemenhub juga meminta seluruh kapal yang melintas meningkatkan kewaspadaan. Nakhoda diminta memantau informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BPBD, serta instansi pemerintah terkait.

Selain meningkatkan pemantauan, Kemenhub menetapkan pembatasan pelayaran di sekitar kawah aktif Gunung Anak Krakatau. “Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III (Siaga) masih berlaku,” kata Yogie.

Nakhoda juga diminta memperhatikan kondisi cuaca, arah sebaran abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran dalam menyusun rencana perjalanan. Apabila ditemukan indikasi bahaya, tindakan penghindaran harus segera melaporkan kondisi tersebut kepada Stasiun Radio Pantai atau Syahbandar terdekat.

Meski pemantauan diperketat dan pelayaran di sekitar kawah dibatasi, layanan penyeberangan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal. Kemenhub terus mengimbau penumpang dengan tetap mengedepankan keselamatan.

Kemenhub juga melarang kapal mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Pembatasan tersebut diberlakukan selama gunung api berstatus Level III atau Siaga untuk mengantisipasi risiko terhadap keselamatan pelayaran.

Pembatasan tersebut dilakukan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda yang kini berada pada Level III atau Siaga. Seluruh kapal yang melintas di perairan tersebut juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas vulkanik.

“Seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Termasuk letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun potensi gangguan terhadap keselamatan navigasi,” kata Yogie

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....