Membidik Peluang Ekonomi Baru lewat Forum Ekonomi Timur

  • 05 Sep 2026 12:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan dalam Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 Rusia
  • Indonesia-Rusia berkomitmen meningkatkan kerja sama disektor pertanian, antariksa hingga energi nuklir
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan pembuatan kapal ikan canggih
  • PT Pupuk Indonesia akan membangun pabrik pupuk di Vladivostok, Rusia

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan alasan pemerintah menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Kepala Negara, pembangunan tidak boleh dinikmati oleh segelintir golongan, melainkan harus dirasakan oleh seluruh rakyat.

Begitupula dengan akses makan bergizi, harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah tidak boleh membiarkan anak-anak ke sekolah dalam keadaan lapar.

Pemerintah harus memastikan ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan asupan makan bergizi melalui program MBG. Pemerintah juga harus memastikan lansia tetap mendapatkan perhatian dengan menyiapkan makan bergizi.

Program MBG telah menjangkau 62, 4 juta penerima manfaat yang meliputi peserta didik, balita, lansia, ibu menyusui, hingga ibu hamil. Sejak diluncurkan program MBG pada tahun lalu, total sajian yang telah disalurkan mencapai 8,3 miliar porsi.

“Kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya masyarakat, pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Itulah sebabnya Indonesia menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi seluruh anak-anak kita dan ibu-ibu mereka yang sedang hamil,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Forum Ekonomi Timur ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU) ,Vladivostok, Kamis 3 September 2026. Pada forum tersebut, Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan (Foto: Sekretariat Presiden

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia bekerja keras agar swasembada pangan sehingga kebutuhan primer rakyat Indonesia terpenuhi terutama disaat ketidakpastian global. Indonesia berhasil swasembada beras dan jagung.

“Itulah sebabnya kami terus mengupayakan swasembada pangan dan ketahanan energi. Itulah sebabnya kami mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam kita dapat menciptakan industri, meningkatkan keterampilan, dan menyediakan lapangan kerja,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....